MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 12,53 poin atau 0,19% ke level 6.639,73 pada akhir perdagangan Jumat, 23 Juni 2023. Investor asing masih terus melakukan aksi jual dalam sepekan ini.
Berdasarkan data RTI, investor asing pada Jumat mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 693,37 miliar di seluruh pasar sedangkan di pasar reguler tercatat net foreign sell Rp 536,2 miliar. Dalam sepekan ini, asing tercatat jual bersih Rp 1,0 triliun.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,64 poin atau 0,17% ke posisi 942,72.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koreksi IHSG seiring dengan pelemahan bursa regional Asia. Ini dipengaruhi ancaman inflasi dan agresivitas kebijakan moneter bank sentral global.
Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan kepada parlemen Amerika Serikat (AS) yang mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga.
Sebelumnya, Bank of England (BoE), Swiss National Bank (SNB) dan Norges Bank menaikkan suku bunga acuan untuk meredakan kekhawatiran inflasi.
Bank of England secara mengejutkan menaikkan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan pasar yaitu sebesar 50 basis poin, dan menyatakan bahwa data terbaru menunjukkan waktu yang lama untuk meredakan inflasi di Inggris.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Pasar menilai masih terdapat ancaman inflasi, yang mendorong bank sentral semua negara untuk menggunakan kebijakan moneter yang agresif, sehingga akan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dipimpin oleh sektor barang baku sebesar 0,18%, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor yang naik sebesar 0,33%.
Sedangkan, sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 1,13%, diikuti sektor keuangan dan sektor energi yang masing- masing minus 0,8% dan 0,72%.
Baca Juga:
TMGM Rambah Dunia Esports, Berkolaborasi dengan OG Esports sebagai Mitra Global
Wafra Dinobatkan Sebagai World’s Best Islamic Fund Manager 2026
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NAYZ, RELF, TAYZ, HOMI dan ASPI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RAAM, GULA, KLAS, NTBK dan HATM.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 982.219 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,13 miliar lembar saham senilai Rp8,71 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 358 saham menurun, dan 213 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 483,39 poin atau 1,45% ke 32.781,50, indeks Hang Seng melemah 328,37 poin atau 1,71% ke 18.889,97, dan indeks Strait Times melemah 31,26 poin atau 0,97% ke 3.191,17. Sementara itu, Shanghai (Hong Kong) libur memperingati Festival Tuen Ng atau Perahu Perahu Naga.







