171 Saham Masuk Papan Pemantauan Khusus

- Pewarta

Minggu, 11 Juni 2023 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia/Dok.

MEDIA EMITEN – Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan pemantaun khusus tahap pertama dengan metode hybrid bagi emiten tersandung masalah mulai perdagangan tanggal 12 Juni 2023.

Berdasarkan pengumuman regulator bursa, terdapat 171 emiten penghuni papan pemantaun khusus.

Papan Pemantauan Khusus mengacu kepada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00081/BEI/05-2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal Peraturan Nomor I-X tentang Penempatan Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terdapat 25 emiten penghuni papan utama harus masuk ke papan perdagangan perusahaan dengan ragam masalah itu.

Salah satunya, emiten anak usaha BUMN bergerak dibidang properti, yakni PPRO karena harga rata-rata dalam 6 bulan belakangan kurang dari Rp 51 atau kriteria 1.

Selain itu, terdapat 24 penghuni papan utama pindah ke papan pemantauan khusus, yakni BATA, BKSL, BLTA, CTBN, GAMA, HKMU, IBST, IKAI, KOTA, KREN, LIFE, PADI, RBMS, RMBA, SOHO, SONA, SRSN, TARA, TAXI, TGRA, TOPS, TRST, dan WINR.

Sedangkan penghuni pertama papan pengembangan yang pindah ke papan pemantauan adalah ABBA (PT Mahaka Media Tbk). Emiten milik Erick Thohir lewat PT Beyond Media ini, tercatat mengalami ekuitas negatif dari laporan keuangan terakhir atau kriteria 5.

Adapun emiten penerbangan BUMN, yakni GIAA harus pindah dari papan pengembangan ke papan pemantauan khusus karena menderita ekuitas negatif (kriteria 5 dan PKPU (kriteria 8).

Selain GIAA, anak usahanya GMFI juga pindah dari papan pengembangan ke papan pemantuan khusus karena ekuitas negatif (kriteria 5).

Selain itu, anak usaha BUMN lain yang pindah ke papan pemantau khusus, yakni WSBP. Anak usaha WSKT itu pindah papan karena ekuitas negatif.

Empat BUMN dan 141 emiten papan pengembangan lainnya itu akan akan diperdagangan dengan metode lelang periode tertentu (call auction) atau continuous mulai Senin depan.

Terakhir, FLMC (PT Falmaco Woven Industry Tbk) menjadi satu-satunya penghuni papan akselerasi yang pindah ke papan pemantauan. Emiten tersebut mendapat opini tidak menyatakan pendapat dari akuntan publik atas Laporan Keuangan terakhir yang disampaikan atau kriteria 2.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru