MEDIA EMITEN – Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (alltime high). Investor khawatir terhadap efek krisis perbankan AS.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 18,70 atau 0,92% menjadi ditutup pada US$ 2.055,70 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 2.085,40 yang merupakan posisi tertinggi sepanjang masa dan terendah di US 2.038,50.
“Dukungan kuat untuk kenaikan emas mengingat semua gejolak perbankan dan meningkatnya risiko bahwa AS akan mengalami resesi yang sulit,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, ekonomi riil akan banyak terpukul dan itu akan membuat permintaan untuk aset safe-haven tetap tinggi. “Emas akan bersinar mengingat latar belakang makro ini dan mungkin mengincar pergerakan di atas 2.100 dolar AS jika sentimen de-risking di Wall Street tetap ada selama beberapa sesi berikutnya.”
Data ekonomi yang dirilis Kamis (4/5/2023) juga mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa produktivitas AS anjlok sebesar 2,7% pada kuartal pertama 2023 setelah melonjak sebesar 1,6% yang direvisi pada kuartal keempat 2022. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari yang diharapkan.
Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS naik 13.000 menjadi 242.000 dalam pekan yang berakhir 29 April. Perkiraan median dalam survei para ekonom adalah untuk 240.000 permohonan.
Laporan pekerjaan bulanan AS akan keluar pada Jumat waktu setempat.
Baca Juga:
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli menguat 54,60 sen atau 2,13% menjadi ditutup pada US$ 26,227 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot US$ 11,50 atau 1,08% menjadi menetap pada US$ 1.050,30 per ounce.






