MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Dow naik lebih 300 poin.
Pasar mendaat sentimen dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah dari level tertinggi sebelumnya menyusul komentar Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic tentang jalur kenaikan suku bunga yang disukainya untuk bank sentral.
Dow Jones Industrial Average naik 341,73 poin, atau 1,05%, ditutup pada 33.003,57. S&P 500 naik 0,76% menjadi 3.981,35 dan Nasdaq Composite bertambah 0,73%, jadi 11.462,98.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
S&P 500 dan Nasdaq berada di bawah tekanan pada sebelumnya. Namun, pasar berbalik pada sore hari setelah Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan “dengan tegas” mendukung kenaikan seperempat poin.
Suku bunga ditekan lebih tinggi, dengan imbal hasil tenor 10 tahun yang menjadi acuan mencapai 4%.
Lonjakan biaya tenaga kerja dan turunnya klaim pengangguran yang dilaporkan Kamis pagi menunjukkan kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuannya 0,25 poin persentase akhir bulan ini.
Wall Street bervariasi pada Rabu. S&P 500 dan Nasdaq Composite jatuh dan Dow Jones membukukan kenaikan tipis. Rata-rata indeks utama berada di jalur mencatat minggu positif. Dow Jones diproyeksi menghentikan penurunan beruntun 4 minggu.
Baca Juga:
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Kenaikan imbal hasil obligasi dan kekhawatiran potensi kenaikan bunga lebih besar dari perkiraan Federal Reserve telah memicu kekhawatiran investor dalam beberapa hari terakhir, mengurangi reli awal 2023.
Dalam pendapatan perusahaan, saham Salesforce dan Okta melonjak karena hasil kinerja dan proyeksi yang kuat.
Saham Tesla, yang populer di kalangan investor ritel, turun 5,8% setelah perusahaan gagal mengungkap detail kendaraan generasi mendatang.
Baca Juga:







