Wall Street Reli, Nasdaq Melonjak 2%

- Pewarta

Kamis, 2 Februari 2023 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street reli dengan menguat signifikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Indeks Nasdaq melonajk 2% setelah ketua Federal Reserve Jerome Powell mengakui bahwa inflasi mulai mereda.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 6,92 poin atau 0,02% menjadi 34.092,96 poin. Indeks S&P 500 bertambah 42,61 poin atau 1,05% menjadi 4.119,21 poin. Nasdaq Composite melonjak 231,77 poin atau 2% menjadi 11.816,32 poin.

Dari 11 sektor industri utama S&P 500, hanya sektor energi yang mengakhiri hari lebih rendah, turun 1,9%, sementara sektor teknologi yang sensitif terhadap suku bunga memperoleh keuntungan terbesar, terangkat 2,%.

Reli sore membuat S&P mencatatkan level penutupan tertinggi sejak 25 Agustus sementara Nasdaq membukukan penutupan tertinggi sejak September.

Indeks-indeks utama Wall Street telah kehilangan pijakan segera setelah The Fed mengumumkan keputusan kenaikan suku bunga. Pernyataannya juga mengatakan “kenaikan yang sedang berlangsung” untuk suku bunga akan sesuai.

Tetapi indeks memantul dari posisi terendahnya dan terus menguat segera setelah Powell mulai berbicara kepada wartawan dengan S&P berakhir 1% dan Nasdaq bertambah 2%.

Investor didorong oleh jawaban Powell atas pertanyaan tentang pelonggaran kondisi keuangan seperti kenaikan ekuitas dan penurunan imbal hasil obligasi dalam beberapa bulan terakhir, menurut Angelo Kourkafas, ahli strategi investasi di Edward Jones, St Louis.

Investor sebagian besar fokus pada langkah Fed ke depan. Setelah konferensi pers, pasar uang bertaruh pada suku bunga terminal 4,89% pada Juni dibandingkan dengan taruhan 4,92 % sesaat sebelum pernyataan Fed.

Kontrak berjangka AS masih memperkirakan penurunan suku bunga tahun ini dengan suku bunga dana Fed diharapkan di 4,403% pada Desember, sama seperti sebelum pertemuan.

Pembacaan baru-baru ini menunjukkan bahwa inflasi mereda, dengan Fed juga melihat data yang akan menentukan ketahanan pasar tenaga kerja dan laju pertumbuhan upah.

Tetapi data menunjukkan lowongan pekerjaan AS secara tak terduga naik pada Desember menjelang laporan komprehensif Departemen Tenaga Kerja tentang angka penggajian non-pertanian (NFP) untuk Januari yang akan dirilis pada Jumat (3/2/2023).

Data ekonomi terpisah menunjukkan manufaktur AS berkontraksi lebih lanjut pada Januari karena suku bunga yang lebih tinggi menahan permintaan barang.

Ketiga indeks memiliki awal yang kuat untuk tahun ini, dengan S&P dan Dow menyaksikan kenaikan pertama mereka untuk Januari sejak 2019 karena investor kembali ke pasar, yang diremukkan pada tahun sebelumnya oleh Fed yang hawkish.

Sekitar 13,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 11,5 miliar selama 20 sesi terakhir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru