Januari, Inflasi Tahunan Turun Jadi 5,28%

- Pewarta

Rabu, 1 Februari 2023 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Margo Yuwono/Dok.

Kepala BPS Margo Yuwono/Dok.

MEDIA EMITEN –Angka inflasi yang ditunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) menurun secara tahunan menjadi 5,28%% ( year on year/yoy) pada Januari 2023, lebih rendah dari Desember 2022 sebesar 5,51% (yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, menjelaskan bahwa terjadi peningkatan IHK dari sebesar 108,26 pada Januari 2022 menjadi 113,98 pada Januari 2023.

“Inflasi terbesar terjadi pada sektor transportasi sebesar 13,91% yoy dan memberi andil sebesar 1,67%,” kata Margo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 1 Januari 2023.


Menurut dia, inflasi terbesar disumbangkan oleh komoditas bensin yang memberi andil sebesar 1,07% dan bahan bakar rumah tangga memberi andil 0,24%.

Selain itu, komoditas beras memberi andil sebesar 0,24%, tarif angkutan udara memberi andil 0,19%, rokok kretek filter memberi andil 0,17%, kontrak rumah memberi andil 0,12%, dan cabai merah memberi andil 0,11%.

“Inflasi tahunan Januari relatif masih tinggi karena merupakan akumulasi perubahan harga selama setahun terakhir, termasuk pascapenyesuaian harga BBM,” kata Margo.

Dari 90 kota IHK di Indonesia, dia memaparkan terdapat 26 kota mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan inflasi nasional, dan 60 kota mengalami inflasi yang lebih besar dibandingkan inflasi nasional.

Dia menjelaskan inflasi tertinggi berada di Kabupaten Kotabaru sebesar 7,78% yang disumbangkan oleh komoditas angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, bensin, rokok kretek filter dan bawang merah.

Ia menjelaskan, inflasi inti sebesar 3,27% yoy, atau lebih rendah dibandingkan Desember 2022 yang sebesar 3,36%, dan memberikan andil sebesar 2,14% pada inflasi Januari 2023.

Komponen harga yang diatur oleh pemerintah mengalami inflasi sebesar 12,28% yoy, atau lebih rendah dibandingkan Desember 2022 yang sebesar 13,34%, dan memberikan andil terbesar pada inflasi Januari 2023, yaitu sebesar 2,17%.

Selanjutnya, komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 5,71%, atau lebih tinggi dibandingkan Desember 2022 yang sebesar 5,61%, dan memberikan andil sebesar 0,97% pada inflasi Januari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri
Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI
Reformasi Pajak Penghasilan 2025: Apa yang Perlu HR dan Karyawan Ketahui?
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Menkeu Sri Mulyani Kendalikan Bunga Utang di Tengah Badai Ekonomi
Sri Mulyani Luncurkan CWLS Dan Sukuk Ritel, Investasi Syariah Naik
IHSG dan Kapitalisasi BEI Catat Prestasi Bersejarah di ASEAN

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 16:00 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:01 WIB

Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri

Senin, 29 September 2025 - 19:20 WIB

Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI

Kamis, 11 September 2025 - 13:13 WIB

Reformasi Pajak Penghasilan 2025: Apa yang Perlu HR dan Karyawan Ketahui?

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:18 WIB

Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan

Berita Terbaru