Per 14 Desember, APBN Catat Defisit Rp 237,7 Triliun

- Pewarta

Selasa, 20 Desember 2022 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati/Dok.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati/Dok.

MEDIA EMITEN – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit Rp 237,7 triliun per 14 Desember 2022 atau 1,22% dari produk domestik bruto (PDB).

Realisasi defisit tersebut jauh lebih kecil dari target akhir tahun ini yang sebesar Rp 840,2 triliun atau 4,5% PDB dan dari realisasi periode sama tahun lalu yang senilai Rp 617,4 triliun atau 3,64% PDB.

“Defisit ini menggambarkan APBN menjadi sehat kembali,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers “APBN KITA Desember 2022” secara daring di Jakarta, Selasa 20 Desember 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menkeu menjelaskan, defisit kas negara berjalan sesuai jalur, seiring akselerasi belanja negara dan pendapatan negara yang tumbuh signifikan. Adapun belanja negara per 14 Desember 2022 mencapai Rp 2.717,6 triliun dan pendapatan negara mencapai Rp 2.579,9 triliun.

Belanja negara tercatat tumbuh 11,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) sebesar Rp 2.429,4 triliun, yang terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 1.967,9 triliun atau naik 16,2% (yoy) dan transfer ke daerah Rp 749,7 triliun atau 1,9% (yoy).

Secara perinci, belanja negara terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 954,4 triliun atau terkontraksi 6,7% (yoy) dan belanja non kementerian/lembaga sebanyak Rp 1.013,5 triliun atau naik 51% (yoy).

Sri Mulyani menjelaskan tingginya realisasi belanja non kementerian/lembaga disebabkan besarnya pengeluaran untuk subsidi dan kompensasi untuk masyarakat, yakni senilai masing-masing Rp 206,9 triliun dan Rp 268,1 triliun.

“Kondisi ini menggambarkan APBN bekerja sangat keras melindungi masyarakat melalui belanja kementerian/lembaga dan non kementerian/lembaga,” tambahnya.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara tercatat tumbuh 36,9% (yoy) dari Rp 1.812 triliun, yang meliputi penerimaan perpajakan Rp 1.927,4 triliun atau tumbuh 38,1% (yoy) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 551,1 triliun atau naik 33,2% (yoy).

Adapun penerimaan perpajakan meliputi penerimaan pajak Rp 1.634,4 triliun atau tumbuh 41,9% (yoy) serta kepabeanan dan cukai Rp 293,1 triliun atau naik 20% (yoy).

Dengan defisit yang rendah, realisasi pembiayaan anggaran pun turun drastis sebesar 28,5% menjadi Rp 469,8 triliun dari Rp 656,8 triliun.

Keseimbangan primer tercatat Rp 129 triliun atau turun 145% (yoy) dari minus Rp 286,7 triliun, serta terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) Rp 232,2 triliun.

Berita Terkait

Persrilis.com dan New Media Network Luncurkan Solusi Distribusi Press Release dengan Audiens Lebih Luas
Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma
Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri
Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI
Reformasi Pajak Penghasilan 2025: Apa yang Perlu HR dan Karyawan Ketahui?
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Menkeu Sri Mulyani Kendalikan Bunga Utang di Tengah Badai Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:13 WIB

Persrilis.com dan New Media Network Luncurkan Solusi Distribusi Press Release dengan Audiens Lebih Luas

Senin, 18 Mei 2026 - 06:18 WIB

Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma

Kamis, 20 November 2025 - 16:00 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:01 WIB

Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri

Senin, 29 September 2025 - 19:20 WIB

Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI

Berita Terbaru