MEDIA EMITEN –Koreksi saham-saham berbasis energi menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 4,66 poin atau 0,07% ke posisi 7.048,38 pada penutupan perdagangan Selasa 25 Oktober 2022.
Saham-saham sektor energi, khususnya batubara, mengalami penurunan seiring dengan koreksi harga komoditas tersebut. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 0,79% ke level Rp 3.750, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun 1,02% ke level Rp 3.880, saham PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi 0,91% ke menjadi Rp 43.750, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 2.19% menjadi Rp 3.130.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 1,12%, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor barang baku masing-masing turun 0,7% dan 0,67%. Sedangkat empat sektor meningkat dengan sektor properti & real estat naik paling tinggi 1,07%, diikuti sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing naik 0,73% dan 0,39%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pasar Asia yang bergerak bervariasi. Pasar saham Asia merespon negatif terpilihnya Xi Jinping yang melanjutkan posisinya sebagai Presiden China tiga periode.
Pelaku pasar khawatir terhadap berlanjutnya kebijakan zero COVID yang dinilai semakin memicu perlambatan ekonomi. Meski demikian Xi Jinping mengarahkan kebijakan ekonominya pada transisi ke pertumbuhan berkualitas tinggi, bukan lagi pertumbuhan berkecepatan tinggi sebagaimana disampaikan dalam kongresnya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 275,38 atau 1,02% ke 27.250,28, Indeks Hang Seng turun 15,1 atau 0,1% ke 15.165,59, Indeks Shanghai terkoreksi 1,28 poin atau 0,04% ke 2.976,28, dan Indeks Straits Times meningkat 14,2 poin atau 0,48% ke 2.984,15.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBRI, GOTO, AMRT, ASII, dan BBNI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBCA, TLKM, TPIA, UNTR, dan ADRO.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.272.675 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,28 miliar lembar saham senilai Rp13,75 triliun. Sebanyak 245 saham naik, 283 saham menurun, dan 173 tidak bergerak nilainya.







