Sektor Energi Tekan IHSG Melemah 0,07%

- Pewarta

Selasa, 25 Oktober 2022 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Investor sedang mencermati pergerakan saham di layar komputer/Dok

Foto ilustrasi: Investor sedang mencermati pergerakan saham di layar komputer/Dok

MEDIA EMITEN –Koreksi saham-saham berbasis energi menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 4,66 poin atau 0,07% ke posisi 7.048,38 pada penutupan perdagangan Selasa 25 Oktober 2022.

Saham-saham sektor energi, khususnya batubara, mengalami penurunan seiring dengan koreksi harga komoditas tersebut. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 0,79% ke level Rp 3.750, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun 1,02% ke level Rp 3.880, saham PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi 0,91% ke menjadi Rp 43.750, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 2.19% menjadi Rp 3.130.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 1,12%, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor barang baku masing-masing turun 0,7% dan 0,67%. Sedangkat empat sektor meningkat dengan sektor properti & real estat naik paling tinggi 1,07%, diikuti sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing naik 0,73% dan 0,39%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pasar Asia yang bergerak bervariasi. Pasar saham Asia merespon negatif terpilihnya Xi Jinping yang melanjutkan posisinya sebagai Presiden China tiga periode.

Pelaku pasar khawatir terhadap berlanjutnya kebijakan zero COVID yang dinilai semakin memicu perlambatan ekonomi. Meski demikian Xi Jinping mengarahkan kebijakan ekonominya pada transisi ke pertumbuhan berkualitas tinggi, bukan lagi pertumbuhan berkecepatan tinggi sebagaimana disampaikan dalam kongresnya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 275,38 atau 1,02% ke 27.250,28, Indeks Hang Seng turun 15,1 atau 0,1% ke 15.165,59, Indeks Shanghai terkoreksi 1,28 poin atau 0,04% ke 2.976,28, dan Indeks Straits Times meningkat 14,2 poin atau 0,48% ke 2.984,15.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBRI, GOTO, AMRT, ASII, dan BBNI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBCA, TLKM, TPIA, UNTR, dan ADRO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.272.675 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,28 miliar lembar saham senilai Rp13,75 triliun. Sebanyak 245 saham naik, 283 saham menurun, dan 173 tidak bergerak nilainya.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru