MEDIA EMITEN – Mayoritas indeks saham di Asia-Pasifik menguat pada pembukaan Senin 24 Oktober 2022, setelah saham AS melonjak pada akhir pekan. Pasar merespons laporan Wall Street Journal bahwa beberapa pejabat Fed terlalu khawatir tentang kebijakan pengetatan.
Di Australia, S&P/ASX 200 adalah 2% lebih tinggi.
Kospi di Korea Selatan naik 1,46%, dan Kosdaq bertambah 2,05%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nikkei 225 Jepang naik 1,14% dan Topix naik 0,82%.
Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,7%. Pihak berwenang di Jepang dilaporkan melakukan intervensi di pasar valas pada hari Jumat, menyebabkan yen menguat tajam.
Pada hari Senin di Asia, mata uang sempat menguat ke level 145 tetapi terakhir di 148,27 per dolar.
Pada hari Jumat di AS, Dow Jones Industrial Average melonjak 748,97 poin, atau 2,47%, menjadi ditutup pada 31.082,56. S&P 500 naik 2,37% menjadi 3.752,75. Nasdaq Composite naik 2,31% menjadi 10.859,72.
Baca Juga:
CGTN: Tiongkok dan Serbia Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif, Bangun Masa Depan Bersama
Casio Luncurkan Seri MR-G yang Terinspirasi Fenomena “Brinicle” di Laut Kutub
Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China ditutup pada akhir pekan, dengan loyalis Presiden Xi Jinping ditunjuk untuk membentuk kelompok kepemimpinan inti.
Pasar Singapura, Malaysia, dan India tutup untuk hari libur pada hari Senin. Akhir pekan ini, Bank of Japan akan bertemu, sementara Singapura dan Australia diperkirakan akan merilis data inflasi.







