Asing Masih Netbuy, IHSG Menguat Tipis

- Pewarta

Selasa, 20 September 2022 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia/Dok

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia/Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 20 September 2022 ditutup menguat tipis 1,46 poin atau 0,02% ke posisi 7.196,95. Asing masih mencatatkan beli bersih (net foreign buy) Rp 241,26 miliar di seluruh pasar.

Fokus pasar masih pada pertemuan The Federal Reserve (The Fed) yang akan rilis keputusannya pada 21 September waktu AS. Sebagian besar pelaku pasar mengharapkan kenaikan 75 basis poin lagi oleh bank sentral. Beberapa analis, bagaimanapun, berpendapat The Fed dapat menaikkan suku bunga satu poin penuh, atau 100 basis poin.

Sementara itu, Imbal hasil (yield) Treasury naik pada hari Selasa. Treasury 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan naik sekitar 3 basis poin, mencapai 3,977% — level yang belum pernah dicapainya sejak akhir 2007. Imbal hasil pada Treasury 10-tahun terakhir naik sekitar 7 basis poin menjadi 3,557% diperdagangkan mendekati level tidak terlihat sejak tahun 2011.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari dalam negeri, lanjut Julian, pelaku pasar menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.

Di sisi lain, penguatan harga komoditas seperti nikel, batu bara, gas alam, dan timah menjadi katalis positif bagi IHSG.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik paling dalam yaitu minus 1,04%, diikuti sektor properti & real estat dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,99% dan minus 0,63%. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing sebesar 0,94% dan 0,36%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMDM, INDO, SLIS, INCF, dan GOTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LEAD, IATA, BIPI, JKON, dan KKES.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.979 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,9 miliar lembar saham senilai Rp13,28 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 328 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 120,77 poin atau 0,44% ke 27.688,42, indeks Hang Seng naik 215,45 poin atau 1,16% ke 18.781,42, dan indeks Straits Times meningkat 10,63 poin atau 0,33% ke 3.266,94.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru