Krisis Global Ancam Ekonomi 60 Negara Bisa Ambruk

- Pewarta

Selasa, 21 Juni 2022 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)/IST

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)/IST

MEDIA EMITEN – Saat ini dunia menghadapi krisis yang sulit dan bertubi-tubi, mulai dari krisis pangan hingga keuangan. Bank Dunia. Dana Moneter Internasional (IMF), dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memprediksi 60 negara akan mengalami kesulitan dalam perekonomiannya.

“Terakhir baru kemarin saya mendapatkan informasi 60 negara akan ambruk ekonominya, 42 dipastikan sudah menuju ke sana,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa 21 Juni 2022.

Dunia dihadapkan pada tingginya ketidakpastian dan dalam keadaan yang sangat sulit, dan tidak mudah karena krisis yang datang bertubi-tubi. Sudah mau pulih dari krisis pandemi Covid-19, datang krisis akibat perang yang akhirnya merembet mengakibatkan krisis energi, krisis keuangan dan krisis pangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita semakin tahu, semakin ngeri. Angka-angkanya diberi tahu, ngeri kita. Mungkin kalau 1, 2, 3 negara krisis bisa dibantu mungkin dari lembaga-lembaga internasional, tapi kalau sudah 42 nanti betul dan mencapai bisa 60 betul kita enggak ngerti apa yang harus kita lakukan,”kata Jokowi.

Untuk itu, Presiden pun mengingatkan semua pihak agar terus waspada dan berhati-hati dalam menghadapi kondisi yang penuh dengan ketidakpastian ini. Menurutnya, sudah ada sejumlah negara yang mengalami krisis karena tidak memiliki cadangan devisa untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi.

“Kemudian terjebak juga kepada pinjaman utang yang sangat tinggi karena debt rationya terlalu tinggi. Jadi sekali lagi ngeri saya kalau lihat angka-angkanya, ”kata Jokowi.

Jokowi memberikan contoh harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Harga Pertalite Rp 7.650/liter, Pertamax Rp 12.500-Rp 13.000/liter. Sedangkan di Singapura dan Jerman harga bensin Rp 31.000 dan Thailand Rp 20.000.“Kita masih Rp 7.650. Tetapi ini yang harus kita ingat, subsidi kita ke situ besar sekali. Bisa dipakai untuk membangun ibu kota satu. Karena angkanya sudah Rp 502 triliun. Ini semua yang harus kita ngerti,” papar Jokowi.

“Sampai kapan kita bertahan dengan subsidi sebesar ini, kalau kita enggak ngerti angka-angka, kita tidak merasakan betapa sangat beratnya persoalan ini. Bangun ibu kota itu Rp 466 triliun. Ini untuk subsidi (Rp 502 triliun). Tetapi tidak mungkin ini tidak subsidi, bisa ramai. Jadi ini yang rakyat harus juga diberitahu bahwa kondisi global yang sangat berat,” lanjut Jokowi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru