MEDIA EMITEN – Ancaman inflasi tinggi membuat harga emas melejit hingga mendekati US$ 2000 per ounce, pada Senin sore 18 April 2022. Emas menguat lebih dari 1% ke level US$ 1.997, level tertinggi sejak pertengahan Maret.
Konflik berkepanjangan di Ukraina yang mengerek saham-saham komoditas menyebabkan ancaman inflasi di berbagai negara. Banyak investor berupaya menghindari risiko tersebut dengan mengakumulasi emas, kata Ilya Spivak, ahli strategi mata uang di DailyFX.
Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa krisis politik dan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak berwenang Ukraina mengatakan rudal menghantam Lviv pada Senin pagi dan ledakan mengguncang kota-kota lain ketika pasukan Rusia terus melakukan pemboman setelah mengklaim hampir menguasai sepenuhnya pelabuhan selatan strategis Mariupol.
Emas akan menguji lain level US$ 2.000 – US$ 2.100 per ounce. Faktor yang menahan kenaikan emas dengan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS untuk tenpor 10-tahun menguat ke level tertinggi sejak Desember 2018.
Emas di pasar spot dapat naik ke kisaran US$ 1.998 dolar AS hingga US$ 2.012. Sementara itu, logam mulia lainnya di pasar spot, perak naik 0,7% menjadi US$ 25,85 per ounce, platinum naik 1,7% menjadi US$ 1.006,27 per ounce, dan paladium naik 1,4% menjadi US4 2.400,60 per ounce.
Dari sisi data ekonomi, pertumbuhan China melambat pada Maret karena konsumsi, real estat dan ekspor terpukul keras, menghilangkan angka pertumbuhan kuartal pertama yang lebih cepat dari perkiraan dan memperburuk prospek yang sudah melemah oleh pembatasan COVID-19 dan perang Ukraina.







