Dari Rugi, MLPL Bukukan Laba Bersih Rp 201 Miliar Tahun 2021

- Pewarta

Sabtu, 2 April 2022 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Multipolar Technology bagikan dividen tunai sebesar Rp133 per saham. (Foto: Instagram @harrywicaksono_)

Multipolar Technology bagikan dividen tunai sebesar Rp133 per saham. (Foto: Instagram @harrywicaksono_)

MEDIA EMITEN – PT Multipolar Tbk (MLPL) membukukan laba bersih Rp 201 miliar pada tahun 2021, membaik dibandingkan tahun 2020 yang mencatatkan rugi bersih sedalam Rp793,09 miliar.

“Kami bertekad untuk terus mengeksekusi strategi-strategi bisnis Perseroan dan meningkatkan nilai para pemegang saham kami.”kata Presiden DirekturPT Multipolar Tbk, Adrian Suherman, Jumat 1 April 2022.

Ia menjelaskan, pada tahun 2021 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 10,3 triliun pada  saat bisnis ritel  terkena dampak penutupan sementara akibat pandemi. Namun, bisnis teknologi dan digital perseroan, di antaranya PT Multipolar dengan layanan IT system integration dan managed services serta Venturra dengan investasi multisektoral regional dalam bisnis tahap awal, menyumbang keuntungan yang signifikan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Multipolar Technologi (MLPT), kata dia, melaporkan pendapatan hampir Rp 3 triliun, naik 11,6% dibanding tahun 2020. Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp 259 miliar, melonjak 50,2% dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan bisnis ritel perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan kinerja, dipimpin oleh Matahari Department Store  yang melaporkan penjualan kotor sebesar Rp 10,3 triliun, naik 19,6%  dari 2020 dan laba bersih sebesar Rp 913 miliar, berbalik drastis dari kerugian bersih sebesar Rp 873 miliar di tahun 2020.

Menariknya, beban usaha turun 10,4% menjadi Rp 1,89 triliun. Di sisi lain, pendapatan lainnya  melonjak 309% menjadi Rp352,09 miliar. Pada 2021 perseroan tidak lagi mencatatkan rugi penurunan nilai aset dan investasi. Pos ini pada tahun 2020 rugi Rp467,7 miliar.

Tiga pos itu menopang perseroan membukukan laba sebelum pajak senilai Rp164,2 miliar, membaik dibandingkan tahun 2020 yang rugi senilai Rp769,02 miliar.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB