Emas Melonjak, Pasar Khawatir Inflasi Tinggi

- Pewarta

Jumat, 1 April 2022 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN– Harga emas melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak lonjakan yang dipicu pandemi pada pertengahan 2020. Pasar khawatir atas melonjaknya harga-harga konsumen dan krisis Ukraina yang memicu inflasi tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange,melesat US$ 15 atau 0,77% menjadi US$ 1.954,00 per ounce. Selama Maret, emas naik 2,8% dan melonjak 6,9% untuk kuartal pertama tahun ini.

“Situasi geopolitik telah menjadi penyeret selama sebulan ini dan data inflasi terus meningkat. Jadi sentimen keseluruhan di pasar saat ini adalah orang-orang mencari keamanan,” kata ahli strategi pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Rusia mengeluarkan dekrit pada Kamis (31/3)  2022, menuntut pembayaran untuk gas alam dalam rubel. Ini menunjukkan bahwa terobosan dalam pembicaraan damai masih jauh.

Emas dianggap sebagai investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (31/3) bahwa belanja konsumen AS meningkat 0,2% pada Februari, menunjukkan inflasi yang tinggi dan mendukung emas.

Klaim pengangguran awal AS naik 14.000 menjadi 202.000 untuk pekan yang berakhir 26 Maret, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari yang sama. Penghitungan minggu sebelumnya dari 188.000 klaim adalah yang paling sedikit sejak 1969.

Indeks manajer pembelian (PMI) Chicago, yang dirilis pada Kamis (31/3/2022) oleh Institute for Supply Management-Chicago, naik menjadi 62,9 pada Maret, lebih baik dari yang diharapkan dan membatasi kenaikan emas.

Invasi Rusia, yang dimulai pada 24 Februari, telah memicu reli harga minyak dan logam-logam industri.

Sementara itu, Federal Reserve telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga agresif tahun ini untuk melawan inflasi yang melonjak, yang dikhawatirkan investor dapat mengirim ekonomi AS ke dalam resesi.

Kemunduran dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan pada Kamis (31/3/2022) juga mendukung emas. (LS)

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru