Dolar AS Melemah di Tengah Beberapa Data Ekonomi

- Pewarta

Jumat, 14 September 2018 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 14/9/2018 pagi WIB), karena investor mempertimbangkan beberapa data ekonomi terbaru.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS meningkat 0,2 persen pada Agustus dalam basis disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (13/9/2018). Sementara itu, para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan IHK sebesar 0,3 persen.

Peningkatan indeks-indeks untuk tempat tinggal dan energi merupakan kontributor utama terhadap kenaikan IHK AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pekan yang berakhir 8 September, angka klaim pengangguran awal AS menurun 1.000 menjadi 204.000 dari tingkat yang direvisi minggu sebelumnya, menurut Departemen Tenaga Kerja.

Ini merupakan level terendah untuk klaim awal pengangguran sejak 6 Desember 1969 ketika itu berada di angka 202.000.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,30 persen menjadi 94,5207 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1692 dolar AS dari 1,1631 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3111 dolar AS dari 1,3055 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7195 dolar AS dari 0,7177 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,23 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9659 franc Swiss dari 0,9700 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2990 dolar Kanada dari 1.2987 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru