Waskita Beton Precast Akui Punya Kewajiban Rp 949 Miliar, Prediksi Laba Anjlok

- Pewarta

Jumat, 29 Mei 2020 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan Industri manufaktur beton precast dan ready mix PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengakui akan adanya dampak dari pandemi wabah covid-19 yang sedang melanda Dunia saat ini terhadap kegiatan bisnis dan oprasional perseroan hingga berdampak pada pemenuhan kewajiban pokok utang.

Siti Fathia Maisa Syafurah selaku Corporate Secretary WSBP dalam keterbukaan informasi BEI Kamis (28/5/2020) menyatakan,wabah covid berdampak pada penghentian oprasional sebagian usaha perseroan selama 1 sampai 3 bulan dan berdampak pada pemenuhan kewajiban pokok utang sebesar Rp949,49 miliar.

Lebih lanjut di jelaskan,terdapat pembatasan pada operasional pabrik atau proyek (bekerja shift), terutama di wilayah zona merah (misal: Jabodetabek, Jabar, Jatim) apabila masih berlanjut, dipertimbangkan untuk menghentikan operasional sebagian pabrik tsb.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan perkiraan penurunan total pendapatan dan laba bersih untuk periode yang berakhir per 31 Maret 2020 atau 30 April 2020 mencapai 75 persen dari total perdapatan periode yang sama tahun 2019.

Strategi yang dilakukan oleh Emiten yang 60 persen sahamnya dimiliki oleh PT Wijaya Karya Tbk(WIKA) itu adalah dengan memaksimalkan efektifitas pekerjaan melalui kerja shift namun tetap menerapkan protokol kesehatan, efisiensi biaya (pengurangan pegawai, penutupan kantor, pengurangan gaji, peniadaan perjalanan dinas, dsb) serta renegosiasi dengan perbankan (memperpanjang tenor, restrukturisasi utang, dsb). (ten) #mediamelawancovid19

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru