Harga Emas Turun 3,50 Dolar AS, Dipengaruhi Data Ekonomi Positif

- Pewarta

Jumat, 17 Januari 2020 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange merosot pada akhir perdagangan Jumat pagi (17/1/2020), setelah sehari sebelumnya rebound, karena ekuitas AS memperpanjang reli di tengah data ekonomi yang positif.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,50 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi tetap di 1.550,50 dolar per ounce. Emas berjangka naik 9,40 dolar AS atau 0,61 persen menjadi 1.554,00 dolar AS per ounce pada perdagangan Rabu (15/1/2020).

Indeks Dow Jones Industrial Average dan indikator utama saham lainnya melanjutkan kenaikan pada Kamis (16/1/2020), karena data resmi menunjukkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,3 persen pada Desember 2019, sejalan dengan ekspektasi pasar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reli di pasar ekuitas telah mengurangi permintaan untuk aset safe-haven emas, kata analis pasar.

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, naik 0,08 persen menjadi sekitar 97,30 sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS menguat, emas berjangka biasanya turun karena emas yang dihargakan dalam dolar AS akan menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan Maret kehilangan 4,9 sen atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada 17,939 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 24,4 dolar AS,atau 2,38 persen, menjadi menetap di 1.001,20 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru