Emas Naik, Pedagang Amati Pembicaraan Perdagangan, Pengumuman Fed

- Pewarta

Rabu, 11 Desember 2019 - 03:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu pagi (11/12/2019), karena para pedagang mengamati potensi kemajuan menuju kesepakatan perdagangan AS-China dan menunggu hasil pertemuan dua hari kebijakan moneter Federal Reserve yang berakhir Rabu (11/12/2019).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari menambahkan 3,2 dolar AS atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada 1.464,9 dolar AS per ounce.

Logam mulia juga didorong oleh greenback yang lebih lemah. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,18 persen menjadi 97,47 pada pukul 18.30 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Selain itu, emas juga mendapat dukungan dari pasar ekuitas Amerika Serikat yang sedikt lebih rendah karena investor menunggu keputusan penting dari Federal Reserve sambil mencerna sejumlah data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 27,88 poin, diikuti oleh indeks S&P 500 turun 3,44 poin dan indeks Komposit Nasdaq turun 5,64 poin.

Ketika pasar ekuitas melemah, emas sebagai salah satu aset safe haven menjadi lebih menarik sehingga para investor mengalihkan investasi mereka dari aset-aset berisiko seperti saham. Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan Maret naik 0,6 persen atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 16,702 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari melonjak 24,1 dolar AS atau 2,68 persen, menjadi berakhir di 922,6 dolar AS per ounce.

Emas berjangka turun tipis 0,2 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.464,9 dolar AS per ounce pada penutupan perdagangan Senin (9/12/2019), karena investor beralih ke penjualan teknis setelah logam mulia mengalami kerugian besar di sesi sebelumnya. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru