Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis pagi (5/12/2019), bangkit kembali setelah dua hari berturut-turut mengalami kerugian besar.
Pada pukul 10.35 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 66,20 poin atau 1,00 persen pada 6.672,70 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 67,50 poin atau 1,01 persen pada 6.781,90 poin.
“Komentar lebih positif dari Presiden Trump tentang negosiasi perdagangan dan penarikan lebih besar dari yang diperkirakan pada persediaan minyak mentah memicu selera risiko investor,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy kepada investor dalam catatan pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasar membalikkan lintasan mereka baru-baru ini dalam perdagangan semalam. Saham-saham naik bersama tembaga dan minyak mentah, dan obligasi dijual.”
Baca juga: DPR harapkan Indonesia-Australia CEPA jadi solusi hadapi resesi
“Para pedagang AS memfokuskan pada penarikan 4,5 juta barel pada pasokan minyak mentah, dan minyak melonjak 4,0 persen.”
Meskipun demikian, McCarthy menambahkan bahwa harga emas tetap tinggi dan dolar AS terus jatuh, menunjukkan tidak semua pedagang yakin.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia lebih tinggi dengan Commonwealth Bank naik 1,41 persen, Westpac Bank naik 1,17 persen dan National Australia Bank naik 1,45 persen. Namun ANZ tidak berubah setelah meminta penghentian perdagangan menjelang pengumuman oleh Reserve Bank of New Zealand (bank sentral Selandia Baru) yang akan fokus pada aturan baru untuk persyaratan modal.
Saham-saham pertambangan melonjak dengan BHP naik 1,47 persen, Rio Tinto naik 0,74 persen dan Fortescue Metals naik 1,90 persen, namun penambang emas Newcrest turun 0,86 persen.
Baca juga: Pasar saham Australia berakhir jatuh tertekan kekhawatiran perdagangan
Produsen-produsen minyak dan gas reli dengan Woodside Petroleum naik 1,67 persen, Santos naik 2,88 persen dan Oil Search naik 1,29 persen.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Jaringan supermarket terbesar di Australia juga menguat dengan Coles Group naik 0,76 persen dan Woolworths naik 0,60 persen.
Sementara raksasa telekomunikasi Telstra meningkat 1,64 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas naik 0,35 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,93 persen. (pep)








