Emas Turun karena Pasar Ekuitas Berbalik Menguat

- Pewarta

Kamis, 5 Desember 2019 - 01:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga emas  rebound karena dolar AS melemah/Dok.

Foto ilustrasi: Harga emas rebound karena dolar AS melemah/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Kamis pagi (5/12/2019), karena pasar ekuitas Amerika Serikat pulih dari penurunan tajam pada hari sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 4,20 dolar AS atau 0,28 persen menjadi menetap di 1.480,20 dolar AS per ounce.

Pada Rabu (4/12/2019), indeks Dow Jones Industrial Average pulih hampir 200 poin, serta indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq mengikuti kenaikan Dow.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika ekuitas membukukan keuntungan, emas biasanya kehilangan daya tarik sebagai safe haven, karena investor lebih memilih aset-aset berisiko seperti saham yang dinilai lebih menguntungkan.

Sementara itu, imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat, obligasi bertenor 10-tahun naik menjadi sekitar 1,77 persen, menempatkan lebih banyak tekanan pada emas.

Namun, melemahnya dolar AS membatasi kejatuhan emas lebih lanjut. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,08 persen menjadi 97,66 sebelum penyelesaian transaksi emas.

Sehari sebelumnya berjangka telah melonjak lebih dari satu persen, menyusul kejatuhan ekuitas Amerika Serikat yang signifikan karena perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya kian meluas. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari terangkat 15,20 dolar AS atau 1,03 persen menjadi menetap di 1.484,40 dolar AS per ounce pada penutupan perdagangan Selasa (3/12/2019), di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 33,2 sen atau 1,92 persen, menjadi ditutup pada 16,916 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 9,8 dolar AS atau 1,08 persen, menjadi 901,80 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru