Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Data dan Pidato Pejabat Fed

- Pewarta

Kamis, 7 November 2019 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Kamis pagi (7/11/2019), dengan Dow sedikit berubah, karena para pelaku pasar mencerna penurunan produktivitas tenaga kerja AS di kuartal ketiga (Q3) dan pidato Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evans.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07 poin atau 0,0003 persen, menjadi ditutup di 27.492,56 poin. Indeks S&P 500 sedikit meningkat 2,16 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir pada 3.076,78 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 24,05 poin atau 0,29 persen, menjadi 8.410,63 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,56 persen, memimpin keuntungan sektoral.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham CVS Health melonjak 5,36 persen, setelah raksasa kesehatan itu melaporkan laba lebih tinggi dari perkiraan untuk kuartal ketiga, didorong oleh bisnis asuransi kesehatannya yang kuat.

Saham Wendy turun 0,34 persen, setelah perusahaan membukukan laba kuartal ketiga yang mengalahkan estimasi pasar. Rantai restoran cepat saji itu juga meningkatkan prospek pertumbuhan setahun penuh.

Presiden Fed Chicago, Evans mengatakan dalam suatu acara pada Rabu (6/11/2019) bahwa pengurangan suku bunga bank sentral AS belum memadai untuk “mengubah dinamika secara substansial jika ada guncangan negatif yang besar.”

“Dalam hal penyesuaian pertengahan siklus, saya akan mengatakan itu sangat banyak pendekatan manajemen risiko untuk memastikan ekonomi AS diposisikan sebaik mungkin,” katanya di Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah lembaga pemikir nirlaba di New York City.

Di sisi ekonomi, produktivitas tenaga kerja sektor bisnis non-pertanian turun 0,3 persen di kuartal ketiga, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan pada Rabu (6/11/2019).

Itu karena produksi meningkat 2,1 persen dan jam kerja naik 2,4 persen untuk kuartal ini, menunjukkan bahwa pekerja Amerika kurang produktif.

Produktivitas tenaga kerja, atau produksi per jam, dihitung dengan membagi indeks produksi riil dengan indeks jam kerja oleh semua orang, termasuk karyawan, pemilik, dan pekerja keluarga yang tidak dibayar. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru