Sektor Sumber Daya Tekan Pasar Saham Aussie Dibuka Lebih Rendah

- Pewarta

Senin, 17 Juni 2019 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin pagi (17/6/2019), karena saham-saham sektor sumber daya sangat membebani, di atas kemerosotan saham-saham komunikasi.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 16,20 poin atau 0,25 persen menjadi diperdagangkan di 6.537,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 16,80 poin atau 0,25 persen pada 6.618,50 poin.

Saham-saham jasa komunikasi turun hampir dua persen, sementara energi dan material juga turun tajam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor keuangan dan industri membukukan kenaikan moderat yang mengurangi penurunan curam untuk indeks yang lebih luas, sementara saham-saham utilitas menguat.

“Imbal hasil obligasi sepuluh tahun Asia, Eropa dan Amerika berada di level terendah selama setidaknya satu tahun. China adalah satu-satunya pengecualian pasar utama,” kata kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

“Meskipun emas berada di posisi yang lebih tinggi, minyak menguat, bijih besi berada pada rekor tertinggi dan indeks-indeks saham sedikit melemah setelah pekan yang positif.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia menguat, dengan Commonwealth Bank naik 0,53 persen, ANZ naik 0,28 persen, National Australia Bank naik 0,04 persen dan Westpac Bank naik 0,47 persen.

Saham-saham pertambangan anjlok, dengan Rio Tinto turun 2,18 persen, Fortescue Metals jatuh 3,52 persen, BHP turun 1,22 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,15 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas merosot, dengan Oil Search turun 0,57 persen, Santos turun 1,14 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,57 persen.

Supermarket terbesar Australia melemah dengan Coles turun 1,15 persen, dan Woolworths turun 0,53 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,90 persen, operator penerbangan nasional Qantas kehilangan 0,45 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,20 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru