Emas Berjangka Naik Dipicu Pembelian Aset “Safe Haven”

- Pewarta

Jumat, 31 Mei 2019 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat pagi (31/5/2019), karena kekhawatiran terus-menerus tentang gesekan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China serta pertumbuhan ekonomi global yang lambat, mendorong pembelian aset-aset safe haven atau aset investasi dengan tingkat risiko rendah seperti logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 6,1 dolar AS atau 0,47 persen, menjadi menetap di 1.292,4 dolar AS per ounce.

Harga emas juga didukung oleh greenback yang lebih lemah. Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,01 persen menjadi 98,12 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS, menjadi lebih murah bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) emas berjangka tetap lebih tinggi, kenaikan pertama kalinya dalam tiga sesi berturut-turut, berbanding terbalik dengan penurunan pasar saham AS dan aset-aset lainnya yang cenderung diuntungkan ketika keinginan terhadap aset-aset berisiko meningkat.

Pada Rabu (29/5/2019) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 3,8 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi menetap pada 1.286,3 dolar AS per ounce.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik delpan sen AS atau 0,56 persen, menjadi berakhir di 14,491 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 2,4 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 794,1 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru