Emas Berjangka Jatuh Tertekan Dolar AS yang Lebih Kuat

- Pewarta

Rabu, 29 Mei 2019 - 03:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni turun 6,5 dolar AS atau 0,51 persen, menjadi menetap di 1.277,1 dolar AS per ounce.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni turun 6,5 dolar AS atau 0,51 persen, menjadi menetap di 1.277,1 dolar AS per ounce.

Mediaemiten.com, New York – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu pagi (29/5/2019), karena dolar AS yang lebih kuat mengurangi daya tarik logam mulia sebagai salah satu aset safe haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni turun 6,5 dolar AS atau 0,51 persen, menjadi menetap di 1.277,1 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,35 persen menjadi 97,96 pada pukul 17.30 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS naik sedikit terhadap saingan utamanya pada perdagangan pada Selasa (28/5/2019), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi positif.

Indeks kepercayaan konsumen AS berdiri di 134,1 pada Mei, naik dari 129,2 pada April, menurut laporan dari lembaga riset independen The Conference Board yang berbasis di New York pada Selasa (28/5/2019).

“Konsumen memperkirakan ekonomi akan terus tumbuh pada kecepatan yang solid dalam jangka pendek, dan meskipun penjualan ritel lemah pada April, tingkat kepercayaan yang tinggi ini menunjukkan tidak ada kemunduran yang signifikan dalam pengeluaran konsumen dalam beberapa bulan mendatang,” kata Lynn Franco, peneliti di The Conference Board, dalam laporan tersebut.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 23,5 sen AS atau 1,61 persen, menjadi menetap di 14,32 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 5,8 dolar AS atau 0,72 persen, menjadi ditutup pada 797,1 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru