Harga Emas Turun, Hentikan Kenaikan Beruntun karena Ekuitas AS Pulih

- Pewarta

Kamis, 9 Mei 2019 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari menjadi lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis pagi (9/5/2019), karena pasar saham atau ekuitas Amerika Serikat pulih dari kejatuhan sehari sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 4,2 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi ditutup pada 1.281,40 dolar AS per ounce.

Indeks-indeks acuan Wall Street telah jatuh selama dua sesi terakhir di tengah kekhawatiran atas meningkatnya friksi perdagangan global. Pada Selasa (7/5/2019) saja, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan sekitar 500 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Rabu (8/5/2019), indeks Dow menghentikan penurunannya, pulih lebih dari 100 poin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow.

Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena daya tarik terhadap aset-aset safe haven, seperti emas, berkurang.

Tekanan tambahan pada emas datang dari penguatan dolar AS. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 97,64 tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya

Sehari sebelumnya, emas berjangka memperpanjang kenaikan moderat untuk hari ketiga berturut-turut, karena anjloknya pasar saham AS meningkatkan daya tarik terhadap aset-aset safe haven.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 6,4 sen AS atau 0,43 persen, menjadi berakhir di 14,862 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 9,00 dolar AS atau 1,03 persen, menjadi ditutup pada 864,40 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru