MEDIA EMITEN – Sebanyak 17 kepala negara akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada puncak acara 15-16 November. Untuk itu, pengamanannya akan menggunakan teknologi face recognation terbaru.
Negara G20 yang telah mengonfirmasi kehadirannya adalah Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Afrika Selatan, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Prancis, China, Turki, dan Uni Eropa.
Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara G20 Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, selain kepala negara terdapat 3.443 delegasi hadir. Sementara sisanya, yakni Rusia, Brazil dan Meksiko tidak dapat menghadiri pertemuan puncak kelompok 20 ekonomi terbesar tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait pengamanan saat kedatangan tamu VVIP, Luhut mengatakan, Indonesia memanfaatkan teknologi keamanan face recognition atau alat deteksi wajah paling canggih.
“Untuk pengamanan, saya kira kita berpengalaman. Kita berdoa agar tidak terjadi apa-apa. Secara keseluruhan, pengamanan sudah sangat baik dari kepolisian maupun dari TNI,” kata Luhut saat konferensi pers, akhir pekan,
Alat yang dapat melacak potensi gangguan keamanan ini akan diaktifkan di sejumlah lokasi atau tempat berkumpulnya kepala negara.
Luhut menegaskan adanya fitur canggih dalam face recognition nantinya mampu untuk mengantisipasi atau melacak potensi gangguan keamanan jelang G20.
Baca Juga:
Tak hanya Kepala Negara, sebanyak 3.443 delegasi dan 12.750 orang yang terdiri atas pebisnis, tim supporting, LSM, utusan lembaga internasional, serta jurnalis, dipastikan hadir in person dalam perhelatan G20.
“Mulai besok 13 November 2022 kita sudah bekerja penuh dan semua prosesi KTT G20 akan dimulai, dengan kedatangan beberapa kepala negara dan delegasi,” kata Luhut.







