Perluas Ekspor, Sritex Incar Pendapatan USD1,19 Miliar

- Pewarta

Jumat, 14 Juni 2019 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.co.id, Jakarta – Seiring dengan upaya memperbesar pasar ekspor, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex tahun ini mengincar pendapatan sekitar USD1,19 miliar dan laba tahun berjalan sebesar USD88,79 juta.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Jumat (14/6/2019).

Emiten tekstil terintegrasi ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 15% dan laba bersih sebesar 5% pada 2019.Maka jika mengacu pada realisasi 2018, perseroan menargetkan pendapatan sekitar USD1,19 miliar dan laba tahun berjalan sebesar USD88,79 juta pada tahun ini. Hingga kuartal I-2019, perseroan mencatat penjualan tumbuh 18,30% secara tahunan menjadi USD316,85 juta. Namun demikian, laba tahun berjalan turun 26,38% menjadi USD28,05 juta.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kuartal I/2019, pasar perseroan sekitar 40% berasal dari domestik, diikuti Asia 37%, Eropa 9%, Amerika 7%, serta Uni Emirat Arab, Afrika dan Australia sebesar 7%.SRIL merupakan pemasok utama benang untuk pelanggan tekstil dunia, kain mentah, kain jadi untuk industri fesyen, serta mitra utama dalam memasok seragam militer dan perusahaan. Saat ini seragam militer telah dijual lebih dari 30 negara.

Untuk mencapai target tahun ini, perseroan mengoptimalkan kapasitas produksi, efisiensi produksi dan operasional, serta inovasi pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Perseroan juga mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan pangsa pasar ekspor, serta memperkuat struktur modal dan likuiditas.

Tahun ini, SRIL menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 40 juta. Adapun mayoritas capex akan digunakan untuk biaya pemeliharaan reguler SRIL. Joy Citra Dewi, Corporate Communications SRIL pernah bilang, pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2018 lalu sudah melebihi ekspektasi yakni sekitar 35%. Untuk menembus angka tersebut kembali di tahun 2019 pihaknya kurang lebih akan menyiapkan capex yang tidak jauh berbeda dari tahun 2018.

”Salah satu faktor kinerja yang tumbuh signifikan ini adalah dari pertumbuhan anorganik melalui akusisi dua perusahaan di tahun 2018 lalu,” ujar Joy.

Perseroan menyampaikan optimistis kinerja kuartal II-2019 tetap kuat seiring dengan fokus perseroan ke segmen finishing kain dan garmen yang memiliki margin tebal. Pada kuartal I-2019, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan 18,30% secara tahunan menjadi USD316,85 juta. Namun demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 32,16% secara tahunan menjadi USD28,05 juta. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru