Perbaikan DTKS Harus Segera Dilakukan, Banyak Warga yang Tidak Masuk

- Pewarta

Jumat, 19 Juni 2020 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka menilai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Pemerintah Indonesia masih belum efektif. Pasalnya masih banyak masyarakat kurang mampu tidak terdaftar secara tepat dan benar, sehingga tidak menerima bantuan sosial dari Pemerintah. Karenanya, menurut politisi PDI-Perjuangan itu, perbaikan DTKS harus segera dilakukan.

“Di dalam DTKS itu kan ada tiga klaster data, ada penerima PKH, penerima BPNT, serta yang belum menerima bantuan. Dan di situ terdapat juga penerima yang tidak menerima, tetapi tercatat menerima. Jadi ini kan tidak jelas,” kata Diah seolah bertanya saat mengikuti RDP Komisi VIII DPR RI dengan Bupati Bekasi, Bupati Tangerang, Wali Kota Serang, dan Wali Kota Bogor di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Diah mengatakan saat pandemi virus Covid-19 terjadi di Indonesia banyak masyarakat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga mengakibatkan kesenjangan sosial yang semakin melebar. Data DTKS sangat diperlukan untuk mendata setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), sehingga dibutuhkan validitas data secara tepat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini banyak masyarakat terkena PHK dan membutuhkan bantuan sosial, tetapi masih banyak yang tidak tepat sasaran karena permasalahan data ini tidak jelas dan tidak akurat. Yang seharusnya mendapatkan bansos malah tidak justru sebaliknya,” imbuh Diah sembari menyampaikan saat ini persoalan kevalidan DTKS menjadi fokus utama Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah agar segera menyesuaikannya secara baik dan benar.

“Persoalan DTKS ini hanya di Jawa dan sekitarnya saja, tetapi di Papua kita masih belum tahu. Penyelesaiannya ini harus pelan-pelan, agar hasilnya maksimal. Kita harus undang dulu seluruh pimpinan-pimpinan daerah agar kita mengetahui juga tentang kevalidan DTKS tersebut,” tandas legislator dapil Jawa Barat III itu. (dpr)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru