Pemerintah Bergotong-Royong Buat Rupiah Kembali Perkasa

- Pewarta

Senin, 10 September 2018 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Solo – Pemerintah Republik Indonesia bergotong-royong untuk membuat mata uang rupiah kembali perkasa menghadapi penguatan dolar Amerika Serikat (AS). “Kami semangat gotong-rotong, salah satunya kalau dari Bank Indonesia menaikkan ‘seven day reverse repo rate’ atau suku bunga acuan BI,” kata Kepala BI Kanwil Surakarta Bandoe Widiarto di Solo, Jawa Tengah, Senin (10/9/2018).

Instansi lain, yaitu Kementerianl Keuangan mengeluarkan kebijakan pengenaan pajak impor dan Kemenko Perekonomian melakukan revisi terhadap proyek yang bukan prioritas.

“Proyek yang sekiranya membutuhkan bahan baku impor cukup tinggi tetapi sifatnya bukan prioritas, akan dievaluasi,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, dikatakannya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus memantau kinerja perbankan.

“Yang utama adalah ada komitmen pimpinan nasional, yaitu Presiden Joko Widodo yang tahu persis apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai konversi devisa hasil ekspor terhadap rupiah.

Ia menilai langkah tersebut tepat diterapkan mengingat Indonesia menganut sistem devisa bebas. “Kita tidak melakukan kontrol devisa sehingga yang kami lakukan adalah mengimbau pemilik devisa dolar agar melakukan konversi ke rupiah. Kami optimistis dengan begitu rupiah bisa di titik yang diharapkan,” katanya.

Ia mengatakan bagi masyarakat yang ingin menukarkan mata uang rupiah ke dolar AS juga harus ada alasan pasti.

“Harus ada ‘underline’-nya, untuk apa. Kalau sifatnya hanya spekulasi tidak boleh,” katanya. (ari)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru