Minyak Menguat Terdorong Ekspektasi Permintaan China

- Pewarta

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) didorong ekspektaso permintaan Tiongkok yang lebih kuat. Ditambah lagi, pelemahan dolar AS melebihi kekhawatiran tentang penurunan ekonomi global dan dampak kenaikan suku bunga pada penggunaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat 54 sen atau 0,6% menjadi menetap di US$ 85,05 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah US$ 1,12 atau 1,2% menjadi ditutup pada US$ 93,5 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama sesi perdagangan, kedua harga acuan sempat turun lebih dari US$ 1. Untuk minggu ini, WTI turun sekitar 0,7%, sementara Brent naik 2%.

Harga minyak mendapat sentimen positif dari pelemahan dolar AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,79% menjadi 111,9 pada akhir perdagangan Jumat. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang setelah sebuah laporan mengatakan beberapa pejabat Fed telah mengisyaratkan kegelisahan yang lebih besar dengan kenaikan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi, bahkan ketika mereka di garis untuk menaikkan suku bunga besar lainnya untuk November.

Para pedagang meningkatkan posisi menjelang akhir pekan setelah kontrak WTI November berakhir, meningkatkan volatilitas. “Biasanya adalah bermain akhir pekan ke sisi long (beli),” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Sementara itu, para pedagang terus menilai implikasi dari perlambatan ekonomi global dan pengurangan produksi besar-besaran yang diumumkan awal bulan ini oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.

“Terperangkap antara kekhawatiran permintaan di satu sisi dan pasokan yang ketat di sisi lain, harga minyak kemungkinan akan bergerak di kisaran yang ketat,” analis energi di Commerzbank Research.

Harga minyak juga mendapat dukungan setelah Bloomberg News melaporkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan untuk memotong periode karantina bagi pengunjung menjadi tujuh hari dari 10 hari, meski belum ada konfirmasi resmi dari Beijing.

Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia, telah menerapkan pembatasan ketat Covid-19 tahun ini, sangat membebani aktivitas bisnis dan ekonomi serta mengurangi permintaan bahan bakar.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru