Jelang Pertemuan OPEC+, Harga Minyak Menguat

- Pewarta

Senin, 3 Oktober 2022 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak mentah melanjutkan penguatan,respons kebijakan OPEC/Dok.

Foto ilustrasi: Harga minyak mentah melanjutkan penguatan,respons kebijakan OPEC/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak menguat pada Senin 3 Oktober 2022, menjelang pertemuan OPEC+ yang diperkirakan bakal mempertimbangkan pengurangan produksi minyak lebih dari satu juta barel per hari (bph) dalam pertemuan pada 5 Oktober.

Minyak mentah berjangka Brent naik 2,5% menjadi US$ 87,27 perbarel. Sedangkan minya WTI naik 2,43% menjadi US$ 81,4 per barel.

OPEC+ bakal mempertimbangkan pengurangan produksi minyak lebih dari satu juta barel per hari (bph). Hal itu akan menjadi langkah terbesar OPEC sejak pandemi Covid-19 dalam mengatasi pelemahan pasar minyak.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut akan berlangsung pada 5 Oktober dengan latar belakang penurunan harga minyak dan bulan-bulan volatilitas pasar yang parah sehingga mendorong produsen utama OPEC+, Arab Saudi, untuk mengatakan bahwa kelompok tersebut dapat memangkas produksi.

OPEC+, yang menggabungkan negara-negara OPEC dan sekutunya seperti Rusia, telah menolak menaikkan produksi untuk menurunkan harga minyak meskipun ada tekanan dari konsumen utama, termasuk Amerika Serikat (AS), untuk membantu ekonomi global.

Namun harga telah turun tajam pada bulan lalu karena kekhawatiran tentang ekonomi global dan reli dolar AS setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Pengurangan produksi yang signifikan bakal memancing kemarahan AS, yang telah menekan Arab Saudi untuk terus memompa lebih banyak untuk membantu harga minyak melemah lebih lanjut. Serta, mengurangi pendapatan bagi Rusia ketika Barat berusaha menghukum Moskow karena mengirim pasukan ke Ukraina.

Barat menuduh Rusia menginvasi Ukraina, tetapi Kremlin menyebutnya sebagai operasi militer khusus.

Arab Saudi tidak mengutuk tindakan Moskow di tengah hubungan yang sulit dengan pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Pekan lalu, sumber yang akrab dengan pemikiran Rusia mengatakan Moskow ingin melihat OPEC+ memotong 1 juta barel per hari atau 1% dari pasokan global.

Itu akan menjadi pemotongan terbesar sejak 2020 ketika OPEC+ mengurangi produksi dengan rekor 10 juta barel per hari karena permintaan turun akibat pandemi Covid-19. Kelompok ini menghabiskan dua tahun berikutnya untuk memecahkan rekor tersebut.

Analis dan pengamat OPEC seperti UBS dan JP Morgan telah menyarankan dalam beberapa hari terakhir pemotongan sekitar 1 juta barel per hari dan dapat membantu menahan penurunan harga.

“Minyak US$ 90 tidak dapat dinegosiasikan untuk kepemimpinan OPEC+, oleh karena itu mereka akan bertindak untuk menjaga harga dasar ini,” kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru