Indofood CBP (ICBP) Masih Cari Utang USD 2,698 Miliar Buat Akuisisi Pinehill

- Pewarta

Rabu, 10 Juni 2020 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan yang bergerak di industri produk makanan bermerek yang dikomandani oleh Anthoni Salim PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan membeli 100 persen saham Pinehill Company Limited (PCL), dengan nilai akuisisi sebesar USD2,988 miliar atau setara dengan Rp41,675 triliun.

Dalam keterbukaan informasi BEI manajemen perseroan menjelaskan akuisisi akan menggunakan dana hasil operasi sebesar USD300 juta dan tengah mencari pinjaman senilai USD2,698 miliar untuk menutupi biaya rencana akuisisi tersebut.

Jelasnya, perseroan mengharapkan fasilitas pinjaman itu didapat sebelum 28 Agustus 2020. Sementara saat ini perseroan dan calon kreditur tengah membicarakan besaran bunga pinjaman tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pinjaman tersebut dengan jangka waktu lima tahun,” jawab Sekretaris Perusahaan ICBP, Gideon A Putro dalam keterbukaan informasi pada laman Bursa Efek Indonesia, Senin (8/6/2020).

Patut diketahui, nilai akuisisi PCL dari Pinehill Corpora dan Steele Lake tersebut 4,7 persen lebih tinggi dari nilai pasar wajar. Tapi masih dibawah ambang batas ketentuan regulator pasar modal, yaitu sebesar 7,5 persen.

Masih berdasarkan keterbukaan tersebut, berdasarkan perjanjian bersyarat antara perseroan dan kedua caloan penjual bahwa PCL selaku pemegang merek dagang mie siap saji di delapan negara Asia, Afrika dan Eropa itu akan mencatatkan laba bersih 2021 tidak kurang dari USD128,5 juta. (ten)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru