Harga Minyak Tertekan Penguatan Dolar AS

- Pewarta

Kamis, 16 Februari 2023 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak berjangka melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) karena penguatan dolar AS.Investor khawatir kenaikan suku bunga Federal Reserves akan memperlambat ekonomi sehingga memangkas permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah Brent turun 20 sen, atau 0,2%, menjadi US$ 85,38 per barel, sementara West Texas Intermediate AS (WTI) minyak mentah turun 47 sen, atau 0,6%, menjadi US$ 78,59.

Dolar AS menguat mendekati level tertinggi 6 minggu di tengah data penjualan ritel AS Januari yang kuat dan data inflasi AS baru-baru ini. Sejumlah data ini akan menjadi pijakan Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harga minyak mentah berada di bawah tekanan karena dolar menguat menyusul data ekonomi mengesankan yang membuka jalan bagi pengetatan Fed lebih lanjut,” kata analis pasar OANDA, Edward Moya dikutip CNBC International.

Penguatan dolar dapat memangkas permintaan minyak, karena minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pejabat Federal Reserve mengatakan bank sentral AS perlu mempertahankan kenaikan suku bunga secara bertahap untuk melawan inflasi. Investor khawatir suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat perekonomian.

Sementara Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mengatakan stok minyak mentah AS melonjak 16,3 juta barel pekan lalu menjadi 471,4 juta barel, tertinggi sejak Juni 2021. Itu jauh lebih besar dari perkiraan analis peningkatan 1,2 juta barel dalam jajak pendapat Reuters. Namun para analis mengatakan penyesuaian pasokan minyak mentah yang besar berkontribusi pada kenaikan.

IEA menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2023. IEA memproyeksi ada defisit pasokan di paruh kedua karena produksi yang terkendali OPEC+.

IEA mengatakan Tiongkok akan menghasilkan hampir setengah dari pertumbuhan permintaan minyak tahun 2023 setelah melonggarkan pembatasan Covid-19, dan mengatakan sekitar 1 juta barel per hari produksi dari Rusia akan dihentikan pada akhir kuartal pertama.

Pada Selasa, OPEC menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global dan pasar akan lebih ketat pada 2023.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru