Harga Minyak Merosot, Khawatir Prospek Permintaan

- Pewarta

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: eksplorasi minyak/DOk

Foto ilustrasi: eksplorasi minyak/DOk

MEDIA EMITEN – Harga minyak merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar khawatir prospek permintaan yang memburuk seiring potensi terjadinya resesi global.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November merosot 53 sen atau 0,6% menjadi US$ 87,96 per barel di London ICE Futures Exchange. Kontrak Desember yang lebih aktif jatuh US$ 2,07 menjadi US$ 85,11 per barel.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November terpangkas US$ 1,74 atau 2,1% menjadi US$ 79,49 per barel di New York Mercantile Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Brent dan WTI masing-masing menguat 2% dan 1% pada basis mingguan, menandai kenaikan mingguan pertama sejak Agustus dan mengikuti posisi terendah sembilan bulan yang dicapai minggu ini.

Untuk September, patokan minyak mentah AS turun 11% dan minyak mentah Brent anjlok 8,8% , menurut Dow Jones Market Data.

Harga Brent dan WTI menyelesaikan kuartal ketiga dengan masing-masing turun sebesar 23% dan 25%.

“Peningkatan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan di Inggris … merusak prospek permintaan sekali lagi,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Penurunan harga terjadi karena para pelaku pasar minyak semakin takut bahwa pengetatan moneter yang agresif oleh bank-bank sentral dapat meningkatkan risiko resesi, sehingga mengganggu permintaan bahan bakar.

“Perubahan harga telah menjadi norma karena para pelaku pasar mengatasi kekhawatiran atas ekonomi global dan prospek pengetatan pasokan minyak,” kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Pasar juga menunggu keputusan penting oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut akan bertemu Rabu depan (5/10/2022) dan membahas strategi produksi di masa depan.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru