Harga Emas Tertekan Aksi Ambil Untung

- Pewarta

Kamis, 11 Mei 2023 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut setelah laporan inflasi AS, memicu aksi ambil untung di antara beberapa investor.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terkoreksi US$ 5,80 atau 0,28% menjadi US$ 2.037,10 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 2.056,00 dan terendah di US$ 2.028,30 dolar AS.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu (10/5/2023) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,4% pada April, sejalan dengan ekspektasi pasar. Secara tahunan, tingkat inflasi adalah 4,9%, sedikit lebih rendah dari perkiraan dan turun dari kenaikan tahun-ke-tahun sebesar 5% pada Maret. Pembacaan inflasi tahunan di bawah 5% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan angka IHK yang sesuai dengan ekspektasi, para pedagang kecewa karena mereka tidak bisa mendapatkan gambaran pasti tentang waktu penurunan suku bunga dan jeda suku bunga. Para analis pasar berpendapat bahwa Federal Reserve dapat terus mengulur waktu dan menunggu kejelasan dari rilis data ekonomi mendatang selama beberapa bulan mendatang.

“Masih ada risiko Fed harus mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama… Emas akan membutuhkan lebih banyak penurunan suku bunga untuk menjadi harga yang agresif guna melanjutkan reli,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Tetapi beberapa analis mengatakan emas dapat mencoba mencapai rekor tertinggi, mengingat kekhawatiran ekonomi yang terus-menerus, termasuk potensi gagal bayar jika plafon utang AS tidak dinaikkan.

Fokus pasar sekarang bergeser ke indeks harga produsen April yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat untuk petunjuk lebih lanjut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 24 sen atau 0,93% menjadi ditutup pada US$ 25,658 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 3,10 atau 0,28%, menjadi US$ 1.119,10 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru