MEDIA EMITEN – Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut karena aksi ambil untung setelah dolar AS berbalik menguat didorong kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, turun US$ 7,30 atau 0,4% menjadi US$ 1.815,80 per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.822,80 dan terendah di US$ 1.804,20 er ounce.
Dolar terapresiasi pada perdagangan Rabu dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,31% menjadi 104,4770 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor perdagangan teknis juga membebani emas, karena logam mulia memantul dari batas yang awalnya dibuat pada Juni.
National Association of Realtors melaporkan bahwa indeks penjualan rumah yang tertunda (kontrak penjualan telah ditandatangani namun belum diselesaikan) turun 4% menjadi 73,9 pada November, setelah turun 4,7% menjadi 77,0 yang direvisi pada Oktober.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 37,7 sen atau 1,56% menjadi US$ 23,84 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 12,5 atau 1,21% menjadi US$ 1.020,20 per ounce.







