MEDIA EMITEN – Harga emas terus naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang kenaikan hari ketiga berturut-turut. Imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS jatuh dan penurunan dolar menjadi katalis penguatan emas.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange naik US$ 28,5 atau 1,67% menjadi US$ 1.730,50 per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran tertinggi sesi pada US$ 1.738,70 dan terendah US$ 1.704,00.
Dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah anjlok di tengah harapan bahwa tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi akan memaksa Federal Reserve untuk mendinginkan laju kenaikan suku bunganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dolar kian menjauh dari level tertinggi 20 tahun yang dicapai baru-baru ini, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 1,5% menjadi 110,0690.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tergelincir. Imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10 tahun turun menjadi sekitar 3,62%, setelah sempat melampaui 4% minggu lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 30-tahun juga menurun.
Imbal hasil yang meningkat adalah bullish bagi dolar AS, sedangkan imbal hasil yang turun adalah bearish bagi dolar AS.
Emas menemukan dukungan tambahan setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa lowongan pekerjaan AS turun menjadi hanya di bawah 10,1 juta, turun dari 11,2 juta pada Juli. Ini adalah total terendah sejak Juni 2021. Analis pasar percaya ini bisa menjadi tanda awal pasar tenaga kerja mendingin.
Baca Juga:
XCMG Luncurkan Ring Crane 14.000 Ton Pertama di Dunia, Inovasi Baru dalam Ultra-Heavy Lifting
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS tetap tidak berubah dari bulan sebelumnya di level US$ 548,4 miliar pada Agustus.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember terdongkrak 51 sen atau 2,48% menjadi US$ 21,099 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 33,6 atau 3,73% menjadi US$ 933,70 per ounce.






