MEDIA EMITEN – Emas kembali merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari keempat berturut-turut. Kekhawatiran Federal Reserve melakukan langkah agresif menekan harga emas.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange turun US$ 10,1 atau 0,58% menjadi ditutup pada US$ 1.726,20 per ounce, setelah menyentuh level terendah sesi di US$ 1.720,60 per ounce.
Emas turun 3,1% pada Agustus serta membukukan kerugian bulan kelima berturut-turut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidatonya di Kamar Dagang Dayton, Ohio, Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester mengatakan terlalu dini untuk mengatakan bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, dan suku bunga AS perlu naik sedikit di atas 4% pada awal tahun depan. Dia tidak mengantisipasi penurunan suku bunga pada 2023.
Data ekonomi yang dirilis Rabu (31/8/2022) beragam. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Chicago terbaru, atau Barometer Bisnis Chicago, naik tipis menjadi 52,2% Agustus dari 52,1 pada Juli, yang masih dalam wilayah ekspansi.
Automated Data Processing Inc. melaporkan bahwa pekerjaan swasta AS naik 132.000 pekerjaan pada Agustus setelah meningkat 268.000 pada Juli.
Emas telah mengalami penurunan yang berkepanjangan tahun ini karena serangkaian kenaikan suku bunga tajam oleh The Fed mendorong dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Logam kuning terpukul sangat keras pekan lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa bank sentral tidak berniat memperlambat siklus pengetatannya.
Baca Juga:
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Pasar sekarang fokus pada data penggajian non pertanian (NFP) AS yang akan dirilis pada Jumat (2/9/2022). Pembacaan yang kuat kemungkinan akan mempengaruhi The Fed menuju pengetatan kebijakan yang lebih agresif.
Investor sekarang memperkirakan hampir 70% kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada September.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 40,5 sen atau 2,21% menjadi US$ 17,882 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 5,1 atau 0,61% menjadi ditutup pada US$ 827 per ounce.
Baca Juga:







