Emas Melonjak, Yield Obligasi AS Anjlok

- Pewarta

Jumat, 11 November 2022 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: emas batangan/Dok

Foto ilustrasi: emas batangan/Dok

MEDIA EMITEN – Harga emas melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik menguat tajam dari sesi sebelumnya menjadi bertengger di atas level psikologis baru US$ 1.750, puncak tertinggi 11 minggu. Lonjakan ini didorong data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.

Sementara itu, imbal hasil (yield) Treasury jatuh setelah laporan CPI, dengan US Treasury 10-tahun anjlok sekitar 30 basis poin menjadi 3,81% karena para pedagang bertaruh Federal Reserve akan memperlambat kampanye pengetatan agresif yang membebani pasar sepanjang tahun. Hasil pada Treasury 2-tahun turun sekitar 30 basis poin menjadi 4,32% (1 basis poin sama dengan 0,01%).

Dolar AS , titik tekanan lain baru-baru ini untuk emas, jatuh ke hari terburuk sejak 2009 versus sekeranjang mata uang lainnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember 2022 di Divisi Comex New York Exchange, melonjak 40 dolar AS atau 2,33% menjadi ditutup pada US$ 1.753,70 per ounce. Harga emas ditutup pada penyelesaian tertinggi sejak 25 Agustus setelah mencapai tertinggi sesi di US$ 1.757,20.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) Oktober AS naik 0,4% dari bulan ke bulan (mtm), lebih rendah dari 0,6% yang diperkirakan oleh para ekonom. Secara tahunan (yoy) inflasi AS tumbuh 7,7% di bawah konsensus 8,2%.

Data historis menunjukkan itu menjadi pembacaan tahunan terendah untuk inflasi sejak Januari. Rekor tertinggi inflasi empat dekade di level 9,1% pada Juni 2022.

Dalam upaya untuk mengendalikan inflasi, The Fed telah menambahkan 375 basis poin (bps) ke suku bunga sejak Maret 2022 melalui enam kenaikan suku bunga. The Fed, yang mengeksekusi empat kenaikan suku bunga jumbo berturut-turut sebesar 75 bps dari Juni hingga November 2022, sedang mempertimbangkan kenaikan 50 bps pada Desember 2022.

Harga emas menemukan dukungan tambahan karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis bahwa klaim pengangguran awal AS naik 7.000 menjadi 225.000 dalam pekan yang berakhir 5 November 2022.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 37,5 sen atau 1,76%, menjadi ditutup pada 21,702 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari melonjak 57,7 dolar AS atau 5,79%, menjadi ditutup pada 1.055 dolar AS per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru