MEDIA EMITEN – Emas kembali moncer, harganya menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Arus inflow ke aset safe-haven meningkat karena data ekonomi AS yang lemah dan komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve berpotensi memicu kekhawatiran resesi.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange naik US$ 16,90 atau 0,89% menjadi US$ 1.923,90 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di US$ 1.927,50 dan terendah di US$ 1.902 er ounce.
“Ada pelarian ke tempat (investasi) yang aman. Emas sepertinya lebih baik ketika pasar sedang menurun,” kata Jeffrey Sica, kepala eksekutif dari Circle Squared Alternative Investments seperti dikutip oleh Reuters.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dolar AS melemah yang mendukung emas. Dolar mendekati level terendah delapan bulan setelah serangkaian data menunjukkan ekonomi AS kehilangan momentum, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing.
Data pada Rabu (18/1) menunjukkan penjualan ritel AS turun paling banyak dalam setahun pada Desember, sementara harga produsen turun lebih besar dari yang diharapkan bulan lalu, memberikan bukti bahwa inflasi telah surut.
Data ekonomi yang dirilis Kamis (19/1) lebih lanjut mendukung emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa izin bangunan AS untuk rumah baru turun 1,6 persen menjadi 1,33 juta pada Desember. Ekonom memperkirakan izin bangunan turun menjadi 1,35 juta.
Federal Reserve Bank of Philadelphia melaporkan bahwa indeks untuk aktivitas umum saat ini dari Survei Prospek Bisnis naik menjadi minus 8,9 pada Januari dari minus 13,7 pada Desember. Para ekonom memperkirakan indeks datang di minus 10,0.
Baca Juga:
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS turun tak terduga menjadi 190.000 dalam pekan yang berakhir 14 Januari, terendah dalam 15 minggu dan jauh di bawah ekspektasi para ekonom sebesar 214.000.
Presiden Fed Boston, Susan Collins mengatakan Kamis (19/1) pada sebuah konferensi tentang masa depan ekonomi New England di Boston, Massachusetts, bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga menjadi “sedikit di atas 5%” dan kemudian menahannya di sana untuk suatu periode.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 22,3 sen atau 0,94%, menjadi US$ 23,87 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 2,6 atau 0,25% menjadiUS$ 1.041,10 per ounce.
Baca Juga:







