Dolar AS Menguat karena Ketidakpastian Baru Tentang Brexit

- Pewarta

Jumat, 16 November 2018 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Jumat pagi (16/11/2018), karena kesepakatan rancangan perjanjian Brexit menghadapi ketidakpastian baru di tengah krisis politik di Inggris.

Mata uang sterling jatuh pada perdagangan Kamis (15/11) setelah menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, yang menyalakan kembali ketakutan kepergian Inggris dari Uni Eropa yang kacau dalam waktu tersesia 4,5 bulan.

Pound mencatat kerugian satu hari terburuk terhadap euro sejak Oktober 2016. Terhadap yen, pound mencatat penurunan harian tertajam sejak akhir Februari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedagang berbondong-bondong beralih ke mata uang safe-haven dolar AS dan yen, karena pound berputar cepat minggu ini atas Brexit, sebut Xinhua.

Pada Kamis (15/11), Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan dia memenangkan dukungan dari menteri-menteri seniornya untuk membuat perjanjian perceraian, tetapi banyak di pemerintahannya tidak yakin dan pada Kamis (15/11) menteri Brexit Inggris Dominic Raab, dan menteri lainnya, mengundurkan diri.

“Ketidakpastian politik yang meningkat di Inggris menjaga pound dalam gejolak yang dalam,” tulis analis Western Union Business Solutions dalam sebuah catatan penelitian, seperti dikutip Reuters. “Sterling mempesona, bergantian antara keuntungan dan kerugian, setelah menteri Brexit Inggris mengundurkan diri.”

Pengunduran diri Raab meninggalkan May berjuang untuk bertahan dan mencoba memenangkan Partai Konservatifnya guna mendukung perjanjian penarikan dari Uni Eropa. Dia berjanji untuk memperjuangkan rancangan kesepakatan di tengah seruan dari partai Konservatifnya sendiri untuk mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,13 persen menjadi 96,9293 di akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1348 dolar AS dari 1,1338 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2779 dolar AS dari 1,3036 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7290 dolar AS dari 0,7246 dolar AS.

??? Dolar AS dibeli 113,59 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,48 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 1,0057 franc Swiss dari 1,0046 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3170 dolar Kanada dari 1,3225 dolar Kanada.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru