Dolar AS Menguat di Tengah Penurunan Euro

- Pewarta

Jumat, 5 April 2019 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat pagi (5/4/2019), di tengah melemahnya euro karena lembaga-lembaga ekonomi utama Jerman secara signifikan menurunkan perkiraan PDB Jerman untuk tahun ini, memicu kekhawatiran terhadap ekonomi zona euro.

Lima lembaga penelitian ekonomi terkemuka Jerman telah secara signifikan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Jerman pada 2019 dalam prospek ekonomi gabungan yang disajikan pada Kamis (4/4/2019).

Produk domestik bruto Jerman (PDB) hanya diperkirakan meningkat 0,8 persen, penurunan lebih dari satu poin persentase dibandingkan dengan perkiraan penurunan 2018 sebesar 1,9 persen, menurut laporan tersebut, seperti dikutip dari Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Euro turun pada Kamis (4/4/2019) karena data ekonomi Jerman yang lemah dan laporan bahwa Italia akan memangkas perkiraan pertumbuhannya, mendorong kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan di wilayah tersebut.

Pesanan industri Jerman turun dengan tingkat paling tajam dalam lebih dari dua tahun pada Februari karena mereka terpukul oleh penurunan permintaan asing, menambah kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar Eropa itu memiliki awal yang lemah untuk tahun ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 97,3047 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1220 dolar AS dari 1,1240 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3064 dolar AS dari 1,3155 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7120 dolar AS dari 0,7116 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,59 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,46 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9999 franc Swiss dari 0,9977 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3355 dolar Kanada dari 1,3338 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru