DGIK Akuisisi Saham Dirgantara Yudha Rp 256,5 Miliar

- Pewarta

Senin, 18 April 2022 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi:  PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK)/IST

Foto ilustrasi: PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK)/IST

MEDIA EMITEN – PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) melalui anak usahanya, PT Duta Buana Permata (DBP), berencana mengakuisisi 35% saham PT Dirgantara Yudha Artha senilai Rp 256,5 miliar.

Direktur Utama Nusa Konstruksi Budi Susilo mengatakan, konsolidasi ini merupakan bagian dari pertumbuhan anorganik yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan secara eksponensial.

Dirgantara Yudha merupakan perusahaan jasa konstruksi dengan spesialisasi infrastruktur. Keahlian di proyek infrastruktur tersebut juga didukung lebih dari 300 alat berat yang dimiliki, sehingga langkah sinergi ini memperkuat kinerja DGIK.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sinergi ini, sudah pasti kapasitas kami meningkat, baik dalam hal penambahan spesialisasi segmen konstruksi yang dimiliki maupun peningkatan sumber daya operasional konstruksi seperti peralatan konstruksi, sehingga peningkatan kapasitas akan memperbesar pertumbuhan perseroan ke depannya,” kata Budi Susilo.

DGIK, kata dia, akan semakin agresif untuk menggarap proyek-proyek high rise building dan infrastruktur yang menjadi keahlian perusahaan, tidak hanya di tanah air, bahkan mancanegara.

Dirgantara Yudha Artha merupakan perusahaan konstruksi yang sudah berdiri sejak tahun 1990 dan memiliki spesialisasi pada konstruksi infrastruktur. Perusahaan itu telah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, jalan tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan.

Budi Susilo menjelaskan, langkah konsolidasi ini berada dalam jalur yang tepat di tengah momentum pemulihan ekonomi secara global, khususnya ekonomi Indonesia dari dampak Pandemi Covid-19. Permintaan jasa konstruksi akan pulih seiring dengan pergerakan ekonomi yang ekspansif mulai tahun ini.

Menurut dia, selain keunggulan sumber daya, kapabilitas dan pengalaman dari portofolio proyek yang dimiliki, perseroan juga telah berada dalam kondisi keuangan yang sangat baik, sehingga kondisi ini akan menjadi keunggulan bersaing bagi perseroan di industri jasa konstruksi yang merupakan industri padat modal.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru