IHSG Menguat 0,44%, Meski Bursa Asia Melemah

- Pewarta

Senin, 14 Agustus 2023 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)/IST.

Foto ilustrasi: Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)/IST.

MEDIA EMITEN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 30,19 poin atau 0,44% ke leel 6.910,17 pada akhir perdagangan Senin, 14 Agustus 2023. IHS menguat meski mayoritas indeks saham kawasan Asia melemah.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 413,79 poin atau 1,27% ke 32.059,90, indeks Hang Seng melemah 301,63 poin atau 1,58% ke 18.773,55, indeks Shanghai melemah 10,82 poin atau 0,34% ke 3.178,43, dan indeks Strait Times melemah 46,58 poin atau 1,41% ke 3.247,70.

Investor berhatihati di tengah sentimen global yang tidak begitu baik, diantaranya kekhawatiran investor pasca rilis PPI (Inflasi Harga Produsen) Juli 2023 naik menjadi 0,3% month to month (mtm).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang diperkirakan akan meningkatkan kembali kekhawatiran The Fed akan meningkatkan Fed Fund Rate (FFR)-nya. 

Pemerintah AS melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen (IHP) naik 0,8% dalam 12 bulan hingga Juli, menguat dari kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya, seiring biaya jasa-jasa meningkat, yang mana imbal hasil nota treasury AS bertenor dua tahun, naik menjadi 4,88%.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSGberhasil naik di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor barang baku sebesar 1,69%, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing naik 1,32% dan 0,5%.

Sedangkan, dua sektor terkoreksi yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 0,27%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang masing- masing turun 0,06% dan 0,03%.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AHAP, CUAN, BSML, VTNY dan KAYU. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni CYBR, COAL, RAFI, RELF dan PPRI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.087.936 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,69 miliar lembar saham senilai Rp9,06 triliun. Sebanyak 254 saham naik, 283 saham menurun, dan 207 tidak bergerak nilainya.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru