MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 30,19 poin atau 0,44% ke leel 6.910,17 pada akhir perdagangan Senin, 14 Agustus 2023. IHS menguat meski mayoritas indeks saham kawasan Asia melemah.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 413,79 poin atau 1,27% ke 32.059,90, indeks Hang Seng melemah 301,63 poin atau 1,58% ke 18.773,55, indeks Shanghai melemah 10,82 poin atau 0,34% ke 3.178,43, dan indeks Strait Times melemah 46,58 poin atau 1,41% ke 3.247,70.
Investor berhatihati di tengah sentimen global yang tidak begitu baik, diantaranya kekhawatiran investor pasca rilis PPI (Inflasi Harga Produsen) Juli 2023 naik menjadi 0,3% month to month (mtm).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang diperkirakan akan meningkatkan kembali kekhawatiran The Fed akan meningkatkan Fed Fund Rate (FFR)-nya.
Pemerintah AS melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen (IHP) naik 0,8% dalam 12 bulan hingga Juli, menguat dari kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya, seiring biaya jasa-jasa meningkat, yang mana imbal hasil nota treasury AS bertenor dua tahun, naik menjadi 4,88%.
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSGberhasil naik di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor barang baku sebesar 1,69%, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing naik 1,32% dan 0,5%.
Baca Juga:
Casio Luncurkan Seri MR-G yang Terinspirasi Fenomena “Brinicle” di Laut Kutub
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Sedangkan, dua sektor terkoreksi yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 0,27%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang masing- masing turun 0,06% dan 0,03%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AHAP, CUAN, BSML, VTNY dan KAYU. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni CYBR, COAL, RAFI, RELF dan PPRI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.087.936 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,69 miliar lembar saham senilai Rp9,06 triliun. Sebanyak 254 saham naik, 283 saham menurun, dan 207 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:







