MEDIA EMITEN – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian selama tiga hari berturut-turut karena dolar AS melemah menjelang rilis data inflasi AS.
Harga emas telah bertengger di atas 2.000 dolar AS untuk perdagangan sesi keenam berturut-turut.
Kontrak emas paling aktif pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, naik US$ 15,20 atau 0,76% menjadiUS$ 2.019 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di level US$ 2.022,50 dan terendah di US$ 2.003,70 per ounce.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, dolar AS jatuh pada Selasa waktu AS karena investor menunggu data inflasi untuk tanda-tanda lebih lanjut apakah tekanan harga surut, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,26% menjadi 102,20.
Indeks harga konsumen China, dirilis oleh Biro Statistik Nasional naik 0,7% secara tahun ke tahun pada Maret, laju paling lambat sejak September 2021 dan lebih lemah dari kenaikan 1% pada Februari. Ini menunjukkan inflasi sedang mendingin di China.
Sementara itu, Indeks Optimisme Usaha Kecil National Federation of Independent Business (NFIB) AS turun 0,8 poin pada Maret menjadi 90,1, menandai bulan ke-15 berturut-turut di bawah rata-rata 49 tahun sebesar 98.
Investor sedang menunggu rilis indeks harga konsumen AS untuk Maret, yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat.
Baca Juga:
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
“Banyak pedagang fokus pada data inflasi ini,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York. “Semua orang mencoba memahami apakah proses disinflasi kembali dan apakah ini memperumit apa yang dilakukan Fed.”
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 25 basis poin pada pertemuan 2-3 Mei, sebelum berhenti pada Juni. Pasar juga memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga pada akhir tahun karena perkiraan resesi, meskipun pejabat Fed telah menekankan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi untuk menurunkan inflasi.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 27,40 sen atau 1,1% menjadi ditutup US$ 25,186 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli menguat US$ 2,20 atau 0,22% menjadi US$ 1.005,10 dolar AS per ounce.
Baca Juga:







