Saham Masih Undervalued, BBNI Minta Restu Buyback

- Pewarta

Jumat, 10 Maret 2023 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)/Dok.

Foto ilustrasi: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)/Dok.

MEDIA EMITEN – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan meminta restu kepada pemegang saham untuk melakukan aksi korporasi pembelian kembali (buy back) saham beredar di publik atau saham treasury.

Aksi korporasi itu dapat berjalan jika mendapat lampu hijau dari pemodal dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 15 Maret 2023. Dana yang disiapkan untuk buy back saham disebutkan maksimal Rp 905 miliar.

Dalam keterangan resmi BBNI yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 10 Maret 2023, disebutkan sejumlah alasan untuk melakukan buy back saham.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan, pembelian kembali saham perseroan dipercaya mengimbangi tekanan jual di pasar, saat IHSG sedang berfluktuasi serta untuk memberikan keyakinan kepada investor bahwa perseroan memandang harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental yang terus membaik.

Sebagai informasi, valuasi BBNI (Price to Book Value) per 8 Maret 2023 sebesar 1,22x, atau berada di bawah rata-rata 10 tahun yang sebesar 1,40x.

“Kondisi ini mengindikasikan saham Perseroan saat ini masih undervalued,” tulis manajemen BBNI.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru