BBNI Akan Buyback Saham Maksimal Rp 905 Miliar

- Pewarta

Selasa, 7 Februari 2023 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)/Dok.

Foto ilustrasi: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)/Dok.

MEDIA EMITEN – T Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana akan menggelar pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp 905 miliar atau paling banyak 10% dari modal disetor.

Dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa 7 Februari 2023, manajemen BBNI menjelaskan bahwa transaksi pembelian saham dilakukan melalui 1 anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 18 bulan sejak rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2022 yang dilaksanakan pada tahun 2023.

Alasan dilakukan buyback, tulis manajemen, untuk membantu mengimbangi tekanan jual di pasar saat IHSG sedang berfluktuasi. Fluktuasi di market dan tekanan jual ini diperkirakan masih terus berlanjut hingga semester I-2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang tahun 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup fluktuatif dipengaruhi kondisi geopolitik, harga komoditas, dan kebijakan moneter bank-bank sentral dunia dalam melakukan rate adjustment.

Namun seiring kinerja keuangan perseroan yang terus membaik, harga saham perseroan pada akhir 2022 tercatat sebesar Rp 9.225 atau meningkat 36,7% year on year (yoy).

Awal tahun 2023, IHSG sempat berfluktuasi, antara lain dipengaruhi sentimen The Fed yang masih mengisyaratkan lebih banyak kenaikan suku bunga, dampak geopolitik yang masih berlanjut, serta normalisasi kebijakan pandemi di Tiongkok yang menyebabkan foreign outflow ke market Tiongkok setelah 3 tahun lockdown.

Menurut manajemen BNI, buyback dan diselesaikan paling lambat 18 bulan sejak tanggal RUPST atau dalam periode 16 Maret 2023-15 September 2024.

“Perseroan akan menunjuk 1 perusahaan efek untuk melakukan buyback,” jelas manajemen.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru