MEDIA EMITEN – T Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasukkan ke papan pemantauan khusus terhadap saham- saham yang pergerakannya tidak biasa, atau istilah lainnya “saham gorengan”.
“Bursa juga memberikan notasi khusus dan selanjutnya memasukkan ke dalam pemantauan khusus kepada saham saham tertentu yang memiliki catatan khusus terkait fundamental dan volatilitas harga,” kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Sihar Manullang, di Jakarta, Selasa 7 Februari 2023.
BEI, kata dia, akan melakukan aksi cepat (immediate action) terhadap nasabah- nasabah melalui Anggota Bursa (AB), sebagai upaya preventif untuk mengingatkan terkait perilaku transaksi mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, BEI juga mengenakan Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) terhadap order saham yang mencapai level harga tertentu. Tujuannya untuk perlindungan terhadap investor.
Menurut dia, BEI melakukan pemantauan atas seluruh transaksi, tindakan pengawasan, pemeriksaan dan melakukan koordinasi pengawasan transaksi bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BEI, kata dia, akan melakukan edukasi dan sosialisasi melalui berbagai media kepada investor, supaya investor memahami berbagai hal yang harus diperhatikan dalam bertransaksi sebagai upaya untuk melindungi investor.
“Untuk menyemarakkan pasar, bursa menambah perusahaan tercatat, mengembangkan produk produk investasi dan tetap mengawasi pasar agar berjalan teratur, wajar dan efisien,” kata Kristian.
Baca Juga:
Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berharap aksi menggoreng saham Gautam Adani di India tidak terulang di pasar modal Indonesia, yang mana kasus mikro tersebut berdampak besar terhadap perekonomian negara.
“Satu perusahaan Adani kehilangan US$ 120 miliar . Dirupiahkan Rp1.800 triliun. Hati-hati mengenai ini, pengawasan, pengawasan, pengawasan. Jangan sampai ada yang lolos seperti itu karena goreng-gorengan Rp1.800 triliun,” kata Presiden Jokowi.
Akibat kejadian tersebut, kekayaan Adani menyusut US$ 64,7 miliar dalam 10 hari, dan bursa saham India pun langsung bergejolak.
Meruginya Rp1.800 triliun aset Adani Group membuat seperempat Produk Domestik Bruto (PDB) India hilang, sehingga menyebabkan mata uang rupee jatuh.







