Minyak Naik 5%, Sentimen China Longgarkan Pembatasan

- Pewarta

Sabtu, 5 November 2022 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Harga minyak melonjak sekitar 5%pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) ditopang oleh penurunan dolar AS, serta kemungkinan China melonggarkan beberapa pembatasan Covid di tengah bayang-banyak kenaikan suku bunga Fed.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat US$ 4,44 atau sekitar 5% menjadi US$ 92,61 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari bertambah US$ 3,9 atau 4,1% menjadi ditutup pada US$ 98,57 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk minggu ini, patokan minyak mentah AS naik 5,4%, sementara minyak mentah Brent naik 5,1%, berdasarkan kontrak bulan depan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, jatuh 1,81% menjadi 110,87 pada akhir perdagangan Jumat, mendorong harga minyak lebih tinggi. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

Pasar minyak juga mendapat dukungan dari ekspektasi pemulihan permintaan yang solid di China.

Tiongkok berpegang teguh pada pembatasan Covid-19 yang ketat setelah kasus naik pada Kamis ke level tertinggi sejak Agustus, tetapi seorang mantan pejabat pengendalian penyakit Tiongkok mengatakan perubahan substansial pada kebijakan Covid-19 negara itu akan segera dilakukan.

Pasar saham Tiongkok telah didukung minggu ini oleh desas-desus tentang berakhirnya penguncian yang ketat meskipun tidak ada perubahan yang diumumkan secara resmi.

Sementara pasokan diperkirakan akan tetap ketat karena rencana embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan penurunan stok minyak mentah AS.

Sedikit pelemahan dolar, larangan penjualan minyak Rusia yang akan datang tentu mendukung ketika fokus bergeser dari kekhawatiran resesi ke masalah pasokan,” kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga seperti dikutip oleh Reuters.

Namun sinyal tentang besarnya kenaikan suku bunga AS menyebabkan minyak mengurangi beberapa keuntungan.

Presiden Federal Reserve (Fed) Richmond, Thomas Barkin pada Jumat mengatakan dia siap untuk bertindak ‘lebih sengaja’ dengan mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga AS di waktu mendatang, tetapi mengatakan suku bunga dapat terus naik lebih lama dan ke titik akhir yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru