MEDIA EMITEN – Menutup bulan Oktober 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 42,85 poin atau 0,61% menjadi 7.098,89 pada akhir perdagangan Senin, 31 Oktober 2022.
Penguatan IHSG ditopang oleh aksi beli investor asing yang mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 963,55 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp 916,74 miliar.
Net buy terbanyak melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 205,96 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 138,19 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 90,62 miliar, PT Bumi Resources Tk (BUMI) Rp 84,02 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 76,78 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terabnyak meladan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 105,17 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 31,91 miliar, PT Mitrakeluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Rp 21,88 miliar, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) Rp 10,58 miliar, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Rp 9,99 miliar.
Pasar mencermati musim laporan keuangan emiten dan juga sentimen global menjelang pertemuan bank sentral AS The Federal Reserve awal November 2022.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan para pejabat Federal Reserve berkali-kali mengatakan mereka siap terus menaikkan suku bunga sampai mereka yakin tekanan inflasi sudah mereda.
Investor khawatir kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed dan bank-bank sentral lain di dunia untuk mengalahkan inflasi justru dapat mendorong ekonomi global ke dalam resesi.
Baca Juga:
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di teritori positif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di zona hijau hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 2,17%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku masing-masing 1,94% dan 1,66%.
Sementara itu, empat sektor terkoreksi dimana sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 0,9%, diikuti sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing minus 0,68% dan minus 0,62%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SRAJ, DFAM, FIRE, CARS, dan DMAS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ABMM, UNVR, MIKA, ASHA, BHIT.
Baca Juga:
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.245.090 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,02 miliar lembar saham senilai Rp14,17 triliun. Sebanyak 302 saham naik, 220 saham menurun, dan 185 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 482,26 atau 1,78% ke 27.587,46, indeks Hang Seng turun 176,04 atau 1,18% ke 14.687,02, indeks Shanghai terkoreksi 22,45 poin atau 0,77% ke 2.893,48, dan indeks Straits Times meningkat 33,92 poin atau 1,11% ke 3.093,11.








